Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Anggaran Program MBG 2026 Melonjak Jadi Rp268 Triliun, Kini Sasar Guru dan Relawan Posyandu

Wiwin Meliana • Selasa, 16 September 2025 | 21:13 WIB

Anggaran Program MBG 2026 Melonjak Jadi Rp268 Triliun
Anggaran Program MBG 2026 Melonjak Jadi Rp268 Triliun

BALIEXPRESS.ID – Pemerintah pusat secara resmi memperluas cakupan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai tahun 2026. Tidak hanya untuk siswa dan kelompok rentan, program ini kini juga akan menyasar guru dan relawan Posyandu di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Wamen Ossy Apresiasi Dukungan Komisi II DPR RI dalam Kenaikan Pagu Anggaran 2026: Berikan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Perluasan penerima MBG ini telah mendapat persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, dan direspons dengan penyesuaian anggaran oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Akibatnya, anggaran MBG melonjak drastis. Dari yang semula sebesar Rp71 triliun pada tahun 2025, kini menjadi Rp268 triliun untuk tahun anggaran 2026.

“Seiring dengan adanya peningkatan anggaran BGN pada 2026, usulan pemberian MBG bagi guru sekolah dan relawan Posyandu telah disetujui,” ujar Sekretaris BGN, Sarwono, Senin (16/9/2025).

Baca Juga: KPU Rahasiakan Dokumen Capres-Cawapres di Tengah Sorotan Ijazah Gibran, DPR: Ini Bertentangan dengan Etika Demokrasi

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa penambahan kelompok penerima ini akan membuat jumlah total penerima manfaat mencapai 82,9 juta orang mulai Januari 2026.

Sebagai konsekuensi logis, pemerintah akan mengeluarkan sekitar Rp1,2 triliun setiap harinya untuk mendukung program ini. Jumlah ini mencakup pengadaan makanan bergizi, distribusi, dan pengawasan di lapangan.

“Kami harus pastikan bahwa seluruh penerima, termasuk guru dan relawan Posyandu, mendapatkan makanan bergizi sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Dadan.

Baca Juga: Kasus Catcalling di Tabanan Berujung Mediasi, Mandor Minta Maaf dan Pindahkan Pelaku

Hingga 28 Agustus 2025, Program MBG telah melayani 23 juta penerima, yang terdiri dari: Siswa dari SD hingga SMA, Balita, Ibu hamil dan Ibu menyusui

Kehadiran program ini disebut berdampak positif terhadap penurunan angka stunting dan perbaikan asupan gizi anak-anak, terutama di daerah tertinggal dan pedalaman.

Meski banyak pihak mendukung perluasan program MBG, sejumlah ekonom dan pengamat anggaran menyarankan agar pemerintah juga memastikan pengawasan dan evaluasi ketat, agar dana besar ini benar-benar tepat sasaran.

Sebagian pihak juga menyoroti perlunya transparansi dalam proses pengadaan dan distribusi makanan, serta pelibatan masyarakat dalam pengawasan di tingkat bawah.

Baca Juga: Hadapi Gugatan Ijazah Rp125 Triliun, Gibran Tunjuk Tiga Pengacara Top dari AK Law Firm

Program MBG merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo yang masuk dalam proyek strategis nasional. Selain bertujuan untuk memperbaiki kualitas SDM sejak dini, program ini juga diharapkan bisa menggerakkan ekonomi lokal, terutama sektor pangan, pertanian, dan UMKM kuliner.

“MBG bukan sekadar bagi-bagi makanan. Ini adalah investasi gizi, pendidikan, dan ekonomi rakyat,” kata Sarwono.

Editor : Wiwin Meliana
#anggaran #guru #Mbg #relawan