BALIEXPRESS.ID– Kasus pembunuhan Brigadir Esco Faska Rely, anggota Intel Polsek Sekotong, terus berkembang dan kini mengarah pada dugaan motif baru. Setelah menetapkan sang istri, Briptu Rizka Sintiyani yang juga anggota Polres Lombok Barat sebagai tersangka utama, polisi kini mendalami kemungkinan keterlibatan orang ketiga dalam insiden tragis ini.
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) mengungkap adanya indikasi bahwa kehadiran pria lain dalam rumah tangga korban menjadi salah satu pemicu pembunuhan.
Baca Juga: Remaja 15 Tahun di Buleleng Korban Kekerasan Seksual, Pria Asal Kintamani Jadi Tersangka
Mengutip laporan video Liputan6 pada Selasa (23/9/2025), motif pembunuhan diduga berkaitan dengan hubungan gelap yang melibatkan pelaku.
Briptu Rizka disebut-sebut menjalin kedekatan dengan pria lain yang hingga kini masih dalam penyelidikan. Polisi tidak menutup kemungkinan adanya pelaku lain yang turut membantu atau mengetahui rencana pembunuhan tersebut.
"Sudah beberapa saksi diperiksa. Sekali lagi mohon doanya, teman-teman penyidik dari Polres Lombok Barat yang diback-up Ditreskrimum Polda NTB bisa mempercepat proses penyidikannya," ujar Wadir Reskrimum Polda NTB, AKBP Ni Made Pujawati.
Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan bercak darah di rumah korban yang ternyata cocok dengan darah yang ada di pakaian Brigadir Esco saat ditemukan meninggal. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa korban sempat mengalami kekerasan di rumah sebelum jasadnya dibuang ke kebun kosong di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung.
Sejak Brigadir Esco dikabarkan hilang pada 19 Agustus 2025, publik telah menaruh kecurigaan pada sikap sang istri yang dinilai tidak wajar. Sebagai anggota kepolisian, Briptu Rizka tidak melaporkan kehilangan suaminya kepada atasan maupun pihak berwenang.
Kecurigaan publik semakin kuat setelah korban ditemukan tewas. Briptu Rizka hanya hadir di acara pemakaman namun absen dalam tahlilan, yang memicu pertanyaan dari pihak keluarga dan masyarakat sekitar.
Baca Juga: Gubernur Sempat “Murka”, Pelayanan Bandara Ngurah Rai Langsung Membaik
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Muhamad Kholid, menyatakan bahwa penyidik belum menutup kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus ini. Saat ini, beberapa saksi tambahan sedang dimintai keterangan untuk mengungkap peran pihak lain, terutama jika memang terbukti ada hubungan gelap yang turut memicu aksi pembunuhan tersebut.
Kasus ini telah menjadi sorotan publik secara nasional, mengingat keduanya merupakan anggota Polri. Pihak kepolisian menegaskan akan menangani kasus ini secara profesional dan transparan, tanpa pandang bulu.
“Penegakan hukum tetap berjalan sesuai aturan. Kami akan mengusut tuntas, siapa pun yang terlibat akan diproses hukum,” tegas AKBP Ni Made Pujawati.
Editor : Wiwin Meliana