BGN Minta Maaf dan Bentuk Tim Khusus Perbaikan Program MBG, Ribuan Anak Jadi Sorotan
I Putu Suyatra• Kamis, 25 September 2025 | 16:22 WIB
Ilustrasi
BALIEXPRESS - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah cepat pasca-aduan dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan anak di beberapa daerah. Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengumumkan pembentukan tim khusus investigasi untuk memberikan penjelasan awal yang kredibel, sambil menunggu hasil resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Tim khusus ini dibentuk agar masyarakat mendapat penjelasan sementara yang dapat dipercaya tanpa mengganggu kewenangan BPOM. Harapannya, spekulasi bisa ditekan dan langkah perbaikan di lapangan menjadi jelas,” kata Dadan.
Koordinasi Intensif dengan BPOM
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, memastikan unit pelaksana teknis di daerah sudah bergerak cepat dan berkoordinasi dengan BGN. “Kami tengah menyelidiki proses yang terjadi dan mengapa insiden ini terjadi,” ujarnya di Auditorium Gedung Merah Putih BPOM.
Sementara itu, Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, merinci insiden keracunan paket MBG di Garut. Awalnya dilaporkan menimpa 400–500 pelajar, namun data resmi dari kepolisian dan rumah sakit menunjukkan 150 pelajar yang terdampak, dengan 120 di antaranya sudah dipulangkan.
Permohonan Maaf Resmi
Insiden serupa juga dilaporkan di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Khairul Hidayati, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, menyampaikan permohonan maaf resmi.
“Kami turut prihatin atas kejadian ini. BGN bersama pihak terkait terus bekerja keras untuk penanganan kesehatan terbaik dan investigasi menyeluruh,” ujarnya.
Tim Ahli Profesional Turun Tangan
Tim investigasi BGN terdiri dari ahli kimia, farmasi, dan profesional kesehatan berpengalaman dalam keamanan pangan.
Tim ini bertugas menelusuri kemungkinan penyebab, mulai dari kontaminan biologis dan kimiawi hingga faktor non-keracunan yang dapat menimbulkan gejala serupa pada anak-anak.
Langkah ini diharapkan memberi dasar ilmiah untuk perbaikan cepat Program MBG dan memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.