Tahun Pertama Pemerintahan Prabowo–Gibran Dinilai Jadi Titik Balik Kebangkitan Nasional
I Putu Suyatra• Minggu, 19 Oktober 2025 | 14:32 WIB
Prabowo - Gibran
Memasuki tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, suasana optimisme tengah menyelimuti seluruh penjuru negeri. Berbagai kebijakan strategis dan program prioritas yang dijalankan pemerintah dinilai berhasil memperkuat fondasi ekonomi nasional, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mengangkat posisi Indonesia di kancah internasional.
Menurut Ekonom Great Institute sekaligus Guru Besar FEB Universitas YARSI, Prof. Dr. Perdana Wahyu, capaian pemerintahan dalam satu tahun terakhir tergolong luar biasa. “Dari sisi neraca perdagangan nasional, sepanjang Januari–September 2025 terjadi lonjakan hingga 45,8 persen, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 4,76 persen, terendah sejak krisis 1998. Ini bukti nyata bahwa kebijakan ekonomi Presiden Prabowo efektif dalam menciptakan lapangan kerja dan memperkuat daya beli masyarakat,” ujarnya.
Prof. Perdana juga menyoroti pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12 persen dan penurunan angka kemiskinan menjadi 8,47 persen sebagai indikator bahwa arah kebijakan pemerintah semakin terarah. “Keputusan Presiden Prabowo mengganti Menteri Keuangan merupakan langkah berani yang menumbuhkan optimisme baru dalam kebijakan fiskal. Dengan likuiditas sebesar Rp230 triliun yang digelontorkan ke masyarakat, roda ekonomi nasional bergerak lebih cepat dan merata,” tegasnya.
Dari sisi diplomasi, Guru Besar Universitas Kristen Indonesia sekaligus pakar hubungan internasional, Prof. Angel Damayanti, Ph.D., menilai kepemimpinan Presiden Prabowo membawa dampak besar bagi citra Indonesia di dunia internasional. “Kunjungan kenegaraan yang menghasilkan potensi investasi senilai Rp380 triliun menjadi bukti keberhasilan diplomasi ekonomi Indonesia,” jelasnya.
Ia juga menilai diplomasi perdamaian yang diperjuangkan Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB dan KTT Perdamaian Gaza sebagai tonggak penting bagi posisi Indonesia. “Pidato Presiden Prabowo yang disampaikan tanpa teks dengan penuh semangat telah membangkitkan kebanggaan nasional dan mendapat apresiasi dari para pemimpin dunia. Itu menunjukkan karakter pemimpin yang tegas, berwibawa, dan berprinsip,” ujarnya.
Sementara itu, ekonom senior Drajad Wibowo menilai program-program kerakyatan seperti swasembada pangan dan deregulasi pupuk bersubsidi mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian nasional. “Pemerintah juga memberi perhatian besar pada pemberdayaan perempuan. Tercatat 15 juta perempuan kini mendapat akses pembiayaan untuk membuka usaha, sebuah langkah konkret membangun ekonomi keluarga dari akar rumput,” terangnya.
Program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Magang Nasional, dan Koperasi Desa Merah Putih juga dinilai menjadi penggerak utama ekonomi rakyat. “Program MBG bukan hanya menyehatkan generasi muda, tapi juga menghidupkan sektor pangan dan UMKM lokal,” tambah Drajad.
Memasuki tahun pertama pemerintahan Prabowo–Gibran, arah menuju Indonesia Emas 2045 semakin nyata. Dengan fondasi ekonomi yang kuat, diplomasi yang berpengaruh, serta program kerakyatan yang berpihak pada rakyat kecil, semangat optimisme kini tumbuh di seluruh lapisan masyarakat — menandai lahirnya era baru kebangkitan nasional yang penuh harapan.