Bantuan Bencana Sumatera Mulai Disalurkan, Pemerintah dan BUMN Fokus Pulihkan Aceh
I Putu Suyatra• Selasa, 23 Desember 2025 | 14:17 WIB
ilustrasi
Penanganan bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatera terus menunjukkan perkembangan signifikan. Melalui sinergi antara pemerintah, BUMN, dan TNI, masyarakat terdampak—khususnya di Aceh—kini mulai mendapatkan bantuan logistik dan pemulihan infrastruktur secara bertahap.
Sinergi BUMN: Kerahkan Ribuan Relawan dan Armada Logistik
Pemerintah bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bergerak cepat dengan mengerahkan 1.066 relawan dan 109 armada truk kemanusiaan. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan dasar warga di titik bencana terpenuhi tanpa kendala.
Bantuan yang disalurkan meliputi:
Bahan pangan dan air bersih.
Perlengkapan bayi dan obat-obatan.
Tenda pengungsian dan selimut.
Logistik pendukung lainnya.
Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk tanggung jawab sosial. "BUMN adalah milik rakyat Indonesia. Kehadiran kami di tengah bencana adalah kewajiban," ujarnya.
Peran TNI AD dalam Pemulihan Akses dan Jembatan Bailey
Selain bantuan logistik, pemulihan infrastruktur menjadi prioritas utama untuk membuka akses yang terputus. Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya Angkatan Darat, menjadi garda terdepan dalam perbaikan jembatan vital.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, menyatakan bahwa TNI AD telah menyiapkan 18 unit jembatan Bailey untuk wilayah Sumatera.
7 Jembatan: Sudah selesai dibangun dan bisa digunakan.
6 Jembatan: Dalam tahap pemasangan.
5 Unit: Masih dalam pengiriman melalui pelabuhan.
"Presiden sudah mengarahkan saya untuk fokus pada perbaikan jembatan di daerah bencana," kata Maruli. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya tengah merencanakan perbaikan 37 jembatan Aramco yang membutuhkan survei konstruksi lebih mendalam.
Mendag Pastikan Kebutuhan Pakaian Warga Terpenuhi
Dukungan pemerintah pusat tidak berhenti pada infrastruktur. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengonfirmasi bahwa sebanyak 106 ribu pakaian baru dari perusahaan garmen nasional telah disiapkan untuk warga terdampak di Sumatera.
Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang kehilangan harta benda akibat bencana banjir dan longsor.