BALIEXPRESS.ID – Indonesia mencatat tonggak penting dalam perjalanan swasembada pangan nasional. Pemerintah melalui Perum Bulog resmi mengekspor sebanyak 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci pada tahun ini.
Pengiriman beras tersebut menjadi sejarah baru karena seluruh produk berasal dari hasil panen petani Indonesia yang telah melalui proses penyerapan dan pengolahan dengan standar mutu tinggi. Untuk pertama kalinya, beras produksi dalam negeri dipasok secara khusus bagi konsumsi jemaah Indonesia di Tanah Suci, menandai bahwa program swasembada pangan nasional kini mulai naik kelas hingga pasar internasional.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam keberhasilan ekspor beras premium tersebut.
Menurutnya, capaian ini bukan sekadar keberhasilan logistik, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan nasional karena produk petani Indonesia mampu menembus kebutuhan pangan jemaah haji di luar negeri.
“Negara tidak hanya berhasil mencapai swasembada beras, tetapi hari ini kita membuktikan mampu melakukan ekspor beras untuk memasok kebutuhan jemaah haji dengan produk terbaik hasil panen petani Indonesia. Ini adalah simbol harga diri dan kebanggaan nasional,” ujar Ahmad.
Ia menjelaskan, beras yang dikirim berasal dari gabah segar petani dalam negeri yang diproses melalui Rice Milling Unit (RMU) modern berstandar tinggi. Produk tersebut juga telah melalui uji laboratorium, memenuhi standar ekspor internasional, serta tersertifikasi halal.
“Beras yang dikirim memiliki kualitas super premium, dengan tingkat pecahan di bawah 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen. Ini merupakan kualitas tertinggi yang pernah diproduksi oleh Bulog,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menilai peluang peningkatan ekspor beras Indonesia masih terbuka luas, terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
“Mudah-mudahan ke depan ekspor bisa kita tingkatkan. Khusus untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia di Saudi Arabia saja diperkirakan antara 20 ribu hingga 50 ribu ton,” kata Amran.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, menyebut keberhasilan ekspor ini merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.
Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar belanja operasional haji dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional.
“Pesan Presiden, dari sekitar Rp18 triliun anggaran operasional haji, diharapkan ada nilai ekonomi yang kembali ke Tanah Air. Selama ini sebagian keuntungan justru dinikmati negara lain seperti Vietnam, Filipina, Thailand, Australia, hingga Brasil,” ungkapnya.
Ekspor beras untuk kebutuhan jemaah haji ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi ekspansi pasar beras Indonesia di tingkat global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan ketahanan pangan yang semakin solid.
Editor : I Putu Suyatra