Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

WFH ASN Setiap Jumat, Pemerintah Targetkan Penghematan BBM hingga Puluhan Triliun

I Putu Suyatra • Jumat, 3 April 2026 | 06:53 WIB
WFH (IST)
WFH (IST)

BALIEXPRESS.ID - Pemerintah mulai menerapkan strategi baru untuk menghadapi lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Salah satu langkah utama yang disiapkan adalah kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) selama satu hari dalam sepekan.

Kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi budaya kerja nasional yang lebih efisien, produktif, dan berbasis digital. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut langkah ini sebagai bagian dari delapan agenda besar reformasi sistem kerja nasional yang juga akan diperkuat dengan kebijakan di sektor energi.

“Program ini merupakan bagian dari transformasi budaya kerja nasional yang akan diperkuat dengan kebijakan energi,” ujar Airlangga.

Dalam implementasinya, ASN akan menjalankan WFH setiap hari Jumat. Kebijakan ini diyakini mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan, sekaligus mengurangi beban anggaran negara.

Airlangga mengungkapkan, potensi penghematan langsung terhadap APBN dari kebijakan ini mencapai Rp6,2 triliun, terutama dari pengurangan kompensasi BBM. Sementara itu, efisiensi konsumsi BBM di masyarakat diperkirakan bisa mencapai Rp59 triliun.

Selain aspek penghematan energi, pemerintah juga mendorong percepatan adopsi sistem kerja digital sebagai respons terhadap dinamika global yang semakin kompleks.

“Transformasi ini mendorong pola kerja yang lebih efisien dan berbasis digital,” tambahnya.

Dukungan terhadap kebijakan WFH juga datang dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi). Direktur Jenderal Infrastruktur Digital, Wayan Toni Supriyanto, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam pemanfaatan infrastruktur untuk memastikan kelancaran kebijakan ini.

Menurutnya, sinergi antara operator seluler dan penyedia jaringan serat optik menjadi kunci dalam menjaga kualitas konektivitas, terutama di kawasan permukiman yang mengalami lonjakan aktivitas digital.

“Kami fokus pada efisiensi melalui kolaborasi infrastruktur bersama, dengan tetap menjaga iklim kompetisi yang sehat,” jelasnya.

Ia juga optimistis industri telekomunikasi nasional memiliki ketahanan yang kuat untuk beradaptasi dengan perubahan pola kerja masyarakat yang semakin digital.

Sementara itu, pengamat politik dan pemerintahan Rafriandi Nasution menilai kebijakan WFH sebagai langkah strategis dalam menekan konsumsi BBM di tengah ketidakpastian global.

Menurutnya, penerapan WFH setiap Jumat berpotensi menghemat hingga 20 persen penggunaan BBM secara nasional.

“Kebijakan ini efektif untuk mendorong efisiensi energi di tengah tekanan global,” ujarnya.

Editor : I Putu Suyatra
#wfh