Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kariyasa Adnyana Ingatkan Pemerintah: Sekolah Rakyat Harus Kedepankan Pendekatan Humanis, Bukan Militeristik

I Ketut Ari Teja • Jumat, 3 Juli 2026 | 06:38 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Kariyasa Adnyana. (Ist)
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Kariyasa Adnyana. (Ist)

BALIEXPRESS.ID- Rencana pelibatan sekitar 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) dalam masa orientasi program Sekolah Rakyat pada 1-7 Agustus 2026 mendatang menuai sorotan.

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Kariyasa Adnyana, menegaskan bahwa meskipun penguatan karakter adalah hal penting, penyelenggaraan pendidikan harus tetap berada pada koridor pedagogis yang humanis dan inklusif.

Kariyasa Adnyana menekankan bahwa Sekolah Rakyat, yang dirancang sebagai program afirmasi untuk memutus rantai kemiskinan dan memberikan akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan, memiliki karakteristik khusus yang menuntut pendekatan berbasis pemberdayaan sosial.

Baca Juga: Desa Sejahtera Astra Kemiren Jaga Budaya Osing untuk Gerakkan Kesejahteraan

"Sekolah Rakyat dibangun untuk memperluas akses pendidikan dan pemberdayaan sosial. Karena itu, pendekatan yang digunakan harus tetap berlandaskan prinsip pendidikan yang humanis dan berpusat pada peserta didik," ujar Kariyasa Adnyana dalam keterangannya, Kamis (2/7/2026).

Menanggapi kritik dari SETARA Institute mengenai potensi kaburnya batas antara ranah sipil dan militer, legislator asal Bali ini menyatakan bahwa pemerintah harus lebih sensitif dalam menempatkan peran institusi.

Ia mengingatkan bahwa pendidikan nasional memiliki ruang lingkup yang seharusnya dikelola oleh para pendidik, tenaga kependidikan, dan pekerja sosial yang ahli di bidangnya.

Baca Juga: BIOKUL Gandeng Pevita Pearce sebagai Brand Ambassador, Ajak Masyarakat Memulai Gaya Hidup Sehat melalui kampanye “Sehat itu Seenak Ini”

"Fraksi PDI Perjuangan sangat mendukung penguatan karakter peserta didik. Namun, pembentukan karakter itu harus dilakukan dengan cara-cara yang tepat, yang mengedepankan nilai-nilai pendidikan nasional. Kita harus memastikan peran guru dan institusi sipil tetap menjadi aktor utama dalam setiap penyelenggaraan pendidikan," tambah Kariyasa.

Kariyasa juga menyoroti pentingnya menjaga profesionalisme setiap lembaga negara sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Baca Juga: TP PKK Gianyar Antar Pelajar Tampil Percaya Diri di Ajang HKG PKK Provinsi Bali

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan ada batasan yang jelas dan proporsional antara ranah pendidikan sipil dan ranah pertahanan negara.

"Jangan sampai kebijakan yang diambil justru menimbulkan resistensi atau kekhawatiran di masyarakat. Kita ingin Sekolah Rakyat menjadi ruang belajar yang nyaman, partisipatif, dan mampu memberdayakan masyarakat rentan. Oleh karena itu, mari kita kembalikan fokus orientasi program ini pada metode pedagogis yang humanistik dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik," tutup Kariyasa.

Fraksi PDI Perjuangan di Komisi VIII DPR RI berkomitmen akan terus mengawal agar implementasi Sekolah Rakyat tetap berjalan sesuai dengan amanat undang-undang pendidikan, serta memastikan bahwa kepentingan terbaik bagi peserta didik selalu menjadi prioritas utama. (*)

Editor : I Made Mertawan
#Akmil #Sekolah Rakyat #Kariyasa Adnyana