BALIEXPRESS.ID-Nama Persikas Subang tengah jadi sorotan publik usai insiden yang melibatkan suporter mereka dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Namun di balik kehebohan itu, klub berjuluk Singa Subang ini menyimpan sejarah panjang dan perjuangan gigih di kancah sepak bola nasional.
Baca Juga: Apa Itu Persikas? Klub Sepak Bola Lokal yang Pendukungnya Bikin Dedi Mulyadi Ngamuk
Didirikan pada tahun 1948, Persikas (Perserikatan Sepakbola Indonesia Kabupaten Subang) adalah representasi sepak bola dari Kabupaten Subang, Jawa Barat. Klub ini bermarkas di Stadion Persikas dan memiliki kelompok suporter setia yang dikenal sebagai Super Sub (Suporter Persikas Subang).
Dari Liga Bawah hingga Tiket ke Liga 2
Dalam sejarahnya, Persikas lebih banyak berkutat di kasta bawah kompetisi nasional, bahkan sempat vakum karena masalah finansial dan minimnya dukungan dari pemerintah daerah. Hal ini membuat mereka sulit bersaing dengan klub besar Jawa Barat lainnya seperti Persib Bandung.
Namun titik balik dimulai pada musim 2021/2022, ketika mereka berhasil menjadi runner-up Liga 3 Jawa Barat Seri 2, dan naik ke Seri 1 musim berikutnya. Konsistensi ditunjukkan Persikas saat kembali meraih runner-up Liga 3 Jawa Barat Seri 1 musim 2022/2023, yang mengantar mereka ke babak nasional.
Puncak prestasi klub ini terjadi di musim 2023/2024, saat Persikas sukses promosi ke Liga 2 Indonesia, kasta kedua sepak bola nasional. Di babak 8 besar nasional Liga 3, mereka menumbangkan Persekabpas Pasuruan dengan skor tipis 1-0, memastikan tiket promosi yang sangat bersejarah.
Baca Juga: Bobol Kos-Kosan di Kuta Selatan, Dua Pria Sumbawa Bersenjata Tajam Didor di Pelabuhan Lembar
Perjalanan Dramatis dan Penuh Semangat
Perjalanan Persikas musim ini tidak mudah. Di fase awal babak nasional, mereka harus berjuang dari babak 80 besar dan melaju hingga enam besar nasional. Dalam prosesnya, mereka mengalahkan tim-tim kuat termasuk Depok City dan Persikasi Kota Bekasi, meski kalah di final zona Jabar.
Meski demikian, semangat dan determinasi tinggi dari skuad muda Persikas berhasil membawa mereka menembus batas sejarah klub. Promosi ke Liga 2 2024/2025 menjadi simbol kebangkitan dan harapan baru bagi sepak bola Subang.
Isu Penjualan Klub dan Respons Publik
Baca Juga: Beli Tiket Special Show Raye di Hari Pertama JJF 2025 Lebih Mudah dengan Kartu Kredit BNI
Belakangan ini, isu penjualan Persikas ke Sumatera Selatan dan perubahan nama menjadi Sumsel United mencuat ke publik. Kabar tersebut memicu kekecewaan besar dari para pendukung yang merasa perjuangan panjang tim seharusnya tetap berlanjut di tanah kelahiran.
Meski belum ada pernyataan resmi dari manajemen klub, gelombang penolakan dan seruan "Selamatkan Persikas" menggema dari para suporter.
Editor : Wiwin Meliana