Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Stand Pijat Disabilitas Manjakan Pengunjung Denfes X

I Putu Suyatra • Minggu, 31 Desember 2017 | 20:01 WIB
Stand Pijat Disabilitas Manjakan Pengunjung Denfes X
Stand Pijat Disabilitas Manjakan Pengunjung Denfes X

BALI EXPRESS, DENPASAR - Denpasar Festival (Denfest)  X tahun 2017 tidak saja menyajikan berbagai hiburan seni dan budaya, maupun kuliner khas Kota Denpasar, namun juga memberikan ruang kepada penyandang disabilitas untuk menunjukan ketrampilannya. Salah satunya adalah pijat refleksi yang dapat memanjakan pengunjung Denfest. Bagi para pengunjung yang hendak menikmati pijat refleksi penyandang Disabilitas Tuna Netra adapun stand yang disediakan di Urban Farming & Agro DKP di Lapangan Puputan Badung Gusti Ngurah Made Agung.


Salah Satu Tuna Netra Surianingsih yang ditemui di sela pelaksanaan Demfest mengatakan bahwa pihaknya sangat senang bisa ikut berpartisipasi memeriahkan Denfest X. Dengan ikut serta Denfest ini maka ia dapat mempromosikan pijat tuna netra kepada masyarakat umum.  Dengan melakukan pijat ini ia juga membuktikan kepada masyarakat bahwa para Tuna Netra tidak hanya menunggu uluran tangan orang saja, namun juga bisa berkreatifitas.  


Dikatakan lebih lanjut, untuk menikmati pijatan replexiologi Tuna Netra dengan harga Rp. 30 ribu selama 30 menit. Sedangkan untuk pijat fuel body pengunjung Surianingsih mengaku harga dilakukan kesepakatan kembali dengan pengujung. ‘’Selama ini banyak yang mencoba pijat pull body,’’ ujarnya,


Adapun jumlah penyandang disabilitas tuna netra yang mengikuti stand pameran pijat ini sebanyak 16 orang, untuk satu hari dijaga 4 orang para tuna netra.  Pada stand tersebut, masyarakat dapat menikmati tehnik pijat Tune Netra Denpasar meliputi pemijatan sport, siatzu, replexiologi, sotaiho dan acupressure. 


Kepala Dinas Sosial Kota Denpasar, Made Mertajaya yang ditemui disela pelaksanaan Denfest Minggu (31/12) mengatakan Pemerintah Kota Denpasar sengaja memberikan ruang dan stand pijat kepada para Disabilitas Tuna Netra, sebagai wujud perhatian dan pemberdayaan. Sehingga mereka bisa mempromosikan ketrampilan mereka dalam berbagai tehnik pijat.


‘’Kami menjamin pijatan para tuna netra tidak diragukan lagi. hal tersebut bisa dilakukan para tuna netra karena Pemerintah terus memberikan pembinaan tehnik memijat yang baik dan benar,’’ jelasnya


Mertajaya berharap masyarakat dapat berpartisipasi dalam memanfaatkan jasa pijat Tuna Netra. Mengingat Tuna Netra menjadikan pijat sebagai profesi pekerjaan untuk menghidupi keluarganya. "Dengan berpartisipasi menggunakan jasa para tuna netra berarti dapat meningkatkan kesejahteraan mereka," pungkasnya. 

Editor : I Putu Suyatra