Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Petik Laut, Ritual Turun Temurun Nelayan Muncar, Banyuwangi yang Wajib Diadakan Tiap Tahun

Suharnanto Bali Express • Kamis, 3 Agustus 2023 | 18:17 WIB
Sesaji petik laut yang telah didoakan tokoh nelayan Muncar, Banyuwangi dilarung ke laut menggunakan kapal kecil diikuti warga setempat.
Sesaji petik laut yang telah didoakan tokoh nelayan Muncar, Banyuwangi dilarung ke laut menggunakan kapal kecil diikuti warga setempat.

BANYUWANGI, BALI EXPRESS-Masyarakat nelayan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) kembali menggelar ritual petik laut, Rabu (2/8).

Tradisi petik laut diselenggarakan nelayan Muncar, di tanggal 15 Suro dalam kalender Jawa atau 15 Muharram dalam kalender Islam.

Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua Panitia Perik Laut Muncar 2023, Sihat Aftarjo.  ‘Rtual petik laut merupakan tradisi turun temurun yang selalu dilakukan oleh masyarakat nelayan. Di kawasan pesisir Muncar  dilaksanakan sejak tahun 1901,” ujarnya.

Tradisi petik laut di nelayan Muncar sambung Sihat Aftarjo dimaknai sebagai wujud ungkapan rasa syukur para nelayan pada Tuhan atas rezeki hasil tangkapan yang melimpah sepanjang tahun. “Petik laut akan selalu dilaksanakan setiap tahun. Apapun yang terjadi,” imbuhnya.

Selama menggelar ritual petik laut, ada beberapa rangkaian yang harus diikuti masyarakat nelayan Muncar. Pada sesi puncak petik laut dilakukan prosesi larung sesaji ke tengah laut lepas.

Larung sesaji itu berupa hasil bumi yang dilarung menggunakan perahu kecil berukuran sekitar dua  meter yang biasa disebut githik oleh masyarakat setempat.

Sebelum dilarung ke laut, sesaji yang berada dalam githik tersebut terlebih dulu diarak keliling kampung hingga menuju ke Pelabuhan Muncar. Acara arak-arakan sesaji ini menjadi tontonan masyarakat luas.  Bahkan menjadi atraksi wisata bagi Kabupaten Bayuwangi.

Setibanya di pelabuhan, hasil bumi yang akan dilarung didoakan oleh tokoh nelayan setempat. “Setelah itu, githik akan diantar oleh kapal selerek untuk dilarung di dekat Semenanjung Sembulungan,” terangnya.

Warga yang datang dari luar Muncar, bahkan sekitar Kabupaten Banyuwangi turut memadati  pelabuhan. Puluhan perahu nelayan yang sandar rapi di pelabuhan dipercantik dengan hiasan berbagai akseseoris.

Bila ara-arakan sesaji sampai di pelabuhan, pawang petik laut akan memanjatkan doa dan melarung sesaji. Bersamaan dengan itu, sejumlah nelayan ikut  menyeburkan diri ke laut sambil berebut sesaji.

“Prosesi ritual dilanjutkan dengan ziarah ke makam Sayid Yusuf yang berada di Sembulungan dan diakhiri dengan selamatan dan doa bersama,” katanya.

Wakil Bupati Banyuwangi, Sugirah, terlihat turut serta mendoakan kelancaran prosesi petik laut Muncar tahun ini. Ia berharap, dengan diselenggarakannya petik lait ini  akan memberikan hasil tangkapan ikan yang lebih melimpah. “Mudah-mudahan masyarakat Muncar diberikan kelimpahan nikmat,” harapnya. (*).

Editor : Suharnanto Bali Express
#banyuwangi #petik laut #muncar #pemkab banyuwangi