BALI EXPRESS-Pemerintah Kecamatan Pasar Kliwon, Joyosudiran, Solo menyebutkan korban terdampak kebakaran mencapai 136 Kepala Keluarga.
Dari pendataan Pemerintah Kecamatan Pasar Kliwon, sekitar pukul 21.30 WIB, telah tercatat setidaknya 12 rumah turut terbakar habis. .
Camat Pasar Kliwon, Ahmad Khouroni, menyatakan upaya pendataan dan penanganan warga yang terdampak masih terus berlangsung, sementara petugas pemadam kebakaran terus melakukan pemadaman di lokasi kejadian.
Saat ini, titik pengungsian difokuskan di dua lokasi, yaitu di Pendapa Kelurahan Pasar Kliwon dan SD Muhammadiyah 23 Semanggi.
Para pengungsi telah menerima bantuan logistik dari berbagai pihak, termasuk makanan cepat saji bagi petugas yang membantu pemadaman.
Kepala Dinas Damkar Kota Solo, Sutarjo, mengakui upaya pemadaman sempat mengalami kendala karena gang yang sempit.
Selain itu, banyak warga yang berkerumun di sekitar lokasi kebakaran. "Banyak masyarakat, semuanya mengarah ke jalan yang sama yang ternyata aksesnya sempit. Kita harus menarik selang yang panjang untuk mencapai lokasi," ujar Sutarjo.
Armada pemadam kebakaran yang sebelumnya tersebar di beberapa titik kini difokuskan di Jalan Kyai Mojo, Pasar Kliwon, untuk memadamkan sisa-sisa api yang masih berkobar di gudang rosok seluas 4.500 meter persegi.
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Iwan Saktiadi, mengungkapkan setelah hampir 5 jam berjuang, api yang telah menjalar ke rumah-rumah warga mulai mereda.
Pihak Polresta Surakarta saat ini masih melakukan penyelidikan untuk menentukan penyebab pasti terjadinya kebakaran, dan mereka telah mengerahkan tim forensik untuk membantu dalam investigasi tersebut. (*)