Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Viral: Siswi SD Jadi Korban Bullying, Perawat Unggah Momen Mengejutkan

I Putu Suyatra • Selasa, 3 September 2024 | 00:47 WIB
Video saat perawat Elyanda mengeluarkan duri atau tusuk gigi dari mulut seorang anak SD yang di-bully temannya. (FOTO: INSTAGRAM)
Video saat perawat Elyanda mengeluarkan duri atau tusuk gigi dari mulut seorang anak SD yang di-bully temannya. (FOTO: INSTAGRAM)

BALIEXPRESS.ID - Aksi bullying di kalangan pelajar sekolah dasar (SD) kembali menghebohkan publik setelah seorang siswi kelas 4 SD asal Bekasi menjadi korban kekerasan oleh teman-teman sekelasnya.

Peristiwa ini viral berkat unggahan perawat Elyanda Fitria di Instagram, yang membagikan momen tragis ini kepada publik.

Pada 28 Agustus 2024, Elyanda, seorang perawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, mengunggah sebuah video reels yang menunjukkan kekerasan tersebut.

Dalam postingannya, Elyanda mengekspresikan kekesalannya terhadap maraknya kasus bullying dengan menyebut, "Makin ke sini makin marak banget kasus pembullyan, bener-bener aku benci banget sama pelaku dan yang menormalisasikan hal-hal seperti ini," tulisnya di akun Instagram @elyandaa_.

Dalam video yang diunggah, terlihat bagaimana seorang siswi dipaksa untuk memakan roti yang di dalamnya terdapat duri plastik.

Elyanda menjelaskan, "Ini video aku repost pas saat ada anak kelas 4 SD dipaksa sama temennya untuk makan roti yang ternyata diisi di dalamnya kaya duri atau sejenis tusuk gigi tipis berbahan plastik."

Video tersebut menunjukkan betapa siswi itu kesakitan karena tusuk gigi yang hampir mencapai ujung tenggorokan.

Elyanda menambahkan, "Saat diambil durinya sudah hampir mau masuk ke ujung tenggorokan dengan posisi melintang. Pasti sakit banget adek ini. Untung adek ini kooperatif, awalnya memang adek ini nangis terus tapi lama-lama kita bujuk dengan baik-baik akhirnya durinya berhasil dikeluarkan."

Dalam unggahan terbaru pada 1 September, Elyanda mengungkapkan bahwa kejadian ini sebenarnya terjadi setahun lalu.

Ia juga menyebut bahwa penyelesaian kasus ini sudah dilakukan secara kekeluargaan.

Elyanda meminta netizen untuk menghormati privasi korban dan tidak mencari alamat atau sekolahnya.

Video ini memicu reaksi keras dari netizen yang mengecam aksi bullying dan menekankan pentingnya menghentikan normalisasi tindakan kekerasan terhadap anak-anak.

Banyak yang menilai bahwa tindakan ini merupakan hasil dari pola asuh yang kurang tepat dari orang tua.

"Saat anak membuat kesalahan jangan hanya berkomentar ‘namanya juga anak kecil kan suka bercanda’. Tanggapan tersebut bukanlah hal baik. Jika orang tua selalu membiarkan setiap anaknya membuat kesalahan, maka sang anak tidak bisa membedakan mana hal baik dan mana hal buruk," komentar seorang netizen.

Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang positif dan penuh kasih sayang untuk tumbuh kembang anak, serta menghentikan siklus kekerasan yang tidak seharusnya terjadi. *** 

Editor : I Putu Suyatra
#perawat #tusuk gigi #bekasi #bullying #sd