BALIEXPRESS.ID - Sebuah video yang memperlihatkan seorang siswi SD di Kabupaten Cianjur digunduli oleh gurunya karena alasan kutu kini viral di media sosial.
Insiden ini terjadi di SDN Babakan Mekarwangi, Kecamatan Mekarwangi, dan langsung memicu reaksi keras dari netizen yang mengecam tindakan guru tersebut.
Banyak pihak menilai, tindakan menggunduli murid tanpa izin dianggap tidak etis dan bisa berdampak buruk pada psikologis anak.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @fakta.indo pada Selasa (5/11) ini memperlihatkan sang siswi pulang sekolah sambil menangis, menutupi kepalanya yang digunduli dengan kerudung putih.
Terlihat pula keluarga yang merekam kejadian itu, menunjukkan kekecewaan dan ketidakterimaan mereka atas perlakuan yang diterima oleh anak tersebut.
"Astaghfirullah, ibu/bapak, anak ini baru pulang dari sekolah," ujar perekam video yang diduga adalah anggota keluarga, sambil merekam kondisi anak yang terlihat sangat terpukul.
Menurut keluarga, siswi itu digunduli tanpa persetujuan keluarga karena rambutnya dipenuhi kutu.
"Tidak Ada Cara Lain?" Keluarga Pertanyakan Tindakan Guru
Keluarga menyayangkan langkah drastis guru yang langsung menggunduli rambut anak.
Mereka berharap ada cara yang lebih manusiawi untuk menangani masalah kutu pada anak-anak.
“Tolong ibu/bapak guru yang saya hormati, apakah tidak ada cara lain selain menggunduli seperti ini?” ujar perekam dengan nada kecewa.
Tak hanya keluarga, para netizen pun beramai-ramai mengomentari video ini.
Banyak yang mengkritik tindakan guru tersebut, dengan beberapa bahkan menganggapnya sebagai pelanggaran martabat individu.
“Menggunduli siswa SD dengan cara seperti ini sangat tidak etis, apalagi ini adalah anak kecil. Ini berpotensi melukai harga diri anak yang berdampak jangka panjang,” tulis seorang pengguna akun Instagram.
Reaksi Netizen Terbelah: Dukungan dan Kecaman
Sementara sebagian besar warganet mengecam, ada juga yang justru mendukung tindakan sang guru.
Mereka berpendapat bahwa langkah menggunduli rambut ini dapat mencegah penyebaran kutu ke siswa lainnya.
Video ini pun telah ditonton puluhan ribu kali, dengan lebih dari 31 ribu suka dan 3.671 komentar.
Trauma dan Tak Mau Kembali ke Sekolah
Insiden ini tak hanya membuat siswi tersebut malu, namun juga menimbulkan trauma mendalam.
Menurut pihak keluarga, sang anak kini merasa tertekan dan enggan untuk kembali ke sekolah.
Bahkan, meskipun keluarga menyarankan untuk pindah sekolah, anak tersebut tetap menolak.
Orang tua korban mengaku sangat kecewa dan berharap pihak sekolah bertanggung jawab atas kejadian ini.
Mereka meminta agar sekolah lebih bijak dalam menangani masalah siswa, terutama jika tindakan tersebut dapat memengaruhi kondisi psikologis anak.
“Sebagai orang tua, saya merasa sangat sakit hati melihat anak saya diperlakukan seperti ini,” ujar salah satu orang tua.
Respons Pihak Sekolah Ditunggu, Warganet Tagih Pertanggungjawaban
Hingga berita ini ditulis, pihak sekolah belum memberikan pernyataan resmi terkait tindakan yang akan diambil atas insiden ini.
Publik masih menunggu tanggapan dari pihak sekolah serta tindakan apa yang akan diambil untuk menyelesaikan masalah ini. ***
Editor : I Putu Suyatra