Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

GEGER! Pria Tewas Gantung Diri di Jembatan, Tinggalkan Surat Wasiat untuk Keluarga: Motifnya Masih Misteri

Nyoman Suarna • Kamis, 16 Januari 2025 | 01:19 WIB
GANTUNG  DIRI: (Ilustrasi) Seorang pria ditemukan tewas gantung diri di Dusun Karangsambo, Desa Tempursari, Kecamatan Sapuran, Wonosobo.
GANTUNG DIRI: (Ilustrasi) Seorang pria ditemukan tewas gantung diri di Dusun Karangsambo, Desa Tempursari, Kecamatan Sapuran, Wonosobo.

BALIEXPRESS.ID – Warga Dusun Karangsambo, Desa Tempursari, Kecamatan Sapuran, Wonosobo, digegerkan dengan penemuan pria paruh baya yang tewas gantung diri pada Selasa (14/1) dini hari.

Korban yang diketahui berinisial TS, berusia 49 tahun, ditemukan tergantung di sebuah jembatan desa menggunakan tali tambang sepanjang tiga meter.

Penemuan yang sangat menghebohkan ini pertama kali dilaporkan oleh seorang tetangga korban yang tinggal dekat jembatan.

Selain jasad korban, petugas juga menemukan secarik kertas di dalam jaket korban yang diduga berisi wasiat untuk keluarganya.

Surat tersebut menambah misteri dan keheranan warga sekitar, yang belum mengetahui alasan pasti di balik aksi tragis ini.

Rekaman video penemuan jasad gantung diri ini pun langsung viral di media sosial.

Dalam video berdurasi kurang dari satu menit, terlihat korban mengenakan jaket biru, kaos biru, dan celana jeans, tergantung di jembatan dengan kondisi mengenaskan.

Kasi Humas Polres Wonosobo, Ipda Nanang Dwi Putro Wibowo, membenarkan kejadian tersebut dan mengungkapkan bahwa setelah penemuan pertama kali oleh saksi, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa dan pihak kepolisian.

“Korban ditemukan oleh saksi sekitar pukul 05.30 pagi. Kemudian warga melaporkan kepada perangkat desa dan polisi,” kata Ipda Nanang.

Tim dari Polsek Sapuran bersama Puskesmas setempat segera melakukan evakuasi.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan terdapat bekas lilitan tali berwarna kebiruan di leher korban, dengan lebar sekitar dua sentimeter, serta dislokasi tulang leher.

Hingga kini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai alasan pasti korban melakukan tindakan nekat tersebut.

Keluarga korban menyatakan tidak ada tanda-tanda atau masalah yang mencurigakan yang dihadapi korban.

 "Selama ini, korban tidak pernah mengungkapkan masalah apapun kepada keluarga atau tetangga," tambah Ipda Nanang.

Keluarga korban juga menolak dilakukannya otopsi secara menyeluruh dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Pihak kepolisian menegaskan pentingnya kesadaran tentang kesehatan mental di masyarakat dan mengimbau agar siapa saja yang merasa tertekan atau mengalami kesulitan emosional untuk tidak ragu mencari bantuan atau berbicara dengan orang terdekat.

"Kami berharap kejadian serupa tidak terulang. Jika ada yang mengalami masalah emosional atau tekanan hidup, segera cari bantuan. Dukungan terhadap kesehatan mental adalah tanggung jawab bersama," pungkas Ipda Nanang.

Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap kesehatan mental sangat penting, dan lingkungan sekitar harus menciptakan ruang aman bagi mereka yang membutuhkan dukungan. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#jembatan #keluarga #gantung diri #pria #surat wasiat