BALIEXPRESS.ID – Pagi yang tenang di Kelurahan Karang, Kecamatan Semanding, Tuban berubah menjadi kepanikan luar biasa. Warung makan milik Rutmirah, yang selama ini menjadi sumber penghidupannya, tiba-tiba dilalap si jago merah pada Kamis (20/2).
Dalam hitungan menit, bangunan semi permanen di Jalan Moh. Yamin itu rata dengan tanah, menyisakan puing-puing dan duka mendalam.
Rutmirah hanya bisa berdiri terpaku, air matanya mengalir menyaksikan impian yang ia bangun selama ini berubah menjadi abu.
"Sedih sekali, sementara waktu belum bisa berjualan," ujarnya lirih, masih terguncang dengan musibah yang datang tanpa peringatan.
Misteri Api yang Berkobar, Ledakan dari Mana?
Sebelum kebakaran terjadi, Rutmirah mengaku sudah memastikan bahwa kompor dan selang gas dalam kondisi aman.
Satu-satunya perangkat elektronik yang masih menyala hanyalah kulkas di dapur. Namun, takdir berkata lain.
Menurut Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol-PP dan Damkar Tuban, Sutaji, api diduga berasal dari korsleting listrik di kamar mandi.
Percikan api yang muncul tiba-tiba diikuti ledakan, membuat kobaran api dengan cepat melahap seluruh bangunan.
"Begitu ada ledakan, api langsung membesar dan sulit dikendalikan," ungkap Sutaji.
Delapan personel damkar dengan dua unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi.
Meski berjibaku memadamkan api, si jago merah baru bisa dijinakkan setelah lebih dari satu jam.
Sayangnya, warung berukuran 2,5 x 12 meter itu sudah dalam kondisi nyaris rata dengan tanah.
Kerugian Besar, Rutmirah Berjuang Bangkit
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, kerugian materiil yang dialami Rutmirah ditaksir mencapai belasan juta rupiah.
"Untungnya api tidak menjalar ke warung sebelah," ujar Sutaji lega.
Kini, Rutmirah harus berjuang dari nol. Warung yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya sudah lenyap, dan ia hanya bisa berharap ada uluran tangan atau keajaiban yang membantunya bangkit kembali. ***
Editor : I Putu Suyatra