BALIEXPRESS.ID - Razia besar-besaran di dua sekolah menengah pertama di Campurdarat mengungkap fakta mengejutkan! Puluhan kendaraan milik pelajar terjaring, dengan 12 motor menggunakan knalpot brong dan 7 lainnya tanpa pelat nomor.
Aparat kepolisian dari Polsek Campurdarat, Tulungagung turun tangan setelah maraknya pelajar di bawah umur yang nekat mengendarai sepeda motor tanpa kelengkapan standar.
Target razia kali ini: SMPN 1 dan SMPN 2 Campurdarat.
Baca Juga: Oncang-Oncangan: Tradisi Unik Hindu Bali Sebelum Usaba Dodol di Karangasem
Fakta di Balik Razia: Ada Dugaan Barang Terlarang?
Dalam operasi yang digelar baru-baru ini, polisi menyisir area parkir di sekitar sekolah.
Hasilnya cukup mencengangkan! Selain kendaraan tak sesuai aturan, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kemungkinan adanya narkoba serta barang terlarang lainnya.
Kasihumas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Mudiyanto, menegaskan bahwa razia ini bertujuan menekan angka pelanggaran lalu lintas dan mencegah kecelakaan yang melibatkan pelajar.
Baca Juga: GEGER!!! Mayat Bayi Terkubur di Pekarangan, Polisi Temukan Pelaku dalam Hitungan Jam
“Kami ingin memberikan pemahaman kepada para siswa tentang pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan mereka sendiri,” ujar Ipda Nanang.
Bukan Sekadar Razia, Pelajar & Orang Tua Dipanggil!
Tak hanya sekadar menindak, polisi juga menggelar sesi pembinaan bersama para orang tua dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.
Pada Kamis, 20 Februari 2025, pukul 09.00 WIB, para pelajar yang terjaring razia diwajibkan membawa kelengkapan kendaraan sesuai standar sebelum motor mereka dikembalikan.
Langkah ini diharapkan memberikan efek jera dan menanamkan disiplin berlalu lintas sejak dini.
“Kami ingin para pelajar menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas agar tercipta ketertiban dan keamanan bagi seluruh pengguna jalan,” tegas Ipda Nanang.
Awas! Polisi Tak Akan Ragu Bertindak
Aksi tegas Polsek Campurdarat ini menjadi peringatan keras bagi pelajar lainnya. Jika masih nekat berkendara tanpa kelengkapan, bukan tidak mungkin akan ada razia susulan dengan tindakan lebih tegas. ***
Editor : I Putu Suyatra