BALIEXPRESS.ID - Deretan mobil ringsek di Tol Ngawi-Sragen KM 527.800 B, Rabu (2/4/2025) sore itu, menjadi saksi bisu betapa mengerikannya kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan.
Di balik tumpukan besi dan pecahan kaca, terselip kisah pilu seorang wanita bernama Natalia, penumpang Isuzu Panther yang mengalami luka serius.
Natalia, yang saat itu duduk di kursi penumpang, tak menyangka perjalanannya akan berakhir di ruang perawatan Rumah Sakit Indo Sehat Karanganyar.
Tabrakan beruntun yang dipicu oleh pengereman mendadak sebuah Toyota Fortuner itu membuatnya mengalami patah pada kuku jempol kaki kanan.
Rasa sakit yang luar biasa bercampur dengan ketakutan menyelimutinya saat kejadian nahas itu berlangsung.
"Saya kaget sekali, tiba-tiba mobil kami menabrak kendaraan di depan. Rasanya seperti mimpi buruk," ujar Natalia, dengan suara lirih dari ranjang rumah sakit.
Keluarga Natalia pun diliputi kecemasan. Mereka tak menyangka, perjalanan yang seharusnya lancar itu berujung pada luka serius yang diderita anggota keluarga mereka.
Baca Juga: Senantara Nahkodai DPW Partai Nasdem Bali, Target Tambah Kursi DPR RI
"Kami sangat khawatir dengan kondisi Natalia. Semoga dia segera pulih," tutur salah seorang anggota keluarga Natalia.
Kecelakaan beruntun itu bermula ketika Toyota Fortuner yang melaju di depan mengerem mendadak akibat adanya kendaraan tak dikenal yang tiba-tiba muncul di depannya.
Pengemudi Toyota Innova yang berada di belakangnya tak mampu menghindar dan menabrak kendaraan tersebut.
Ledakan tabrakan ini menyebabkan Isuzu Panther yang ditumpangi Natalia dan Tiego Chery yang berada lebih belakang turut menghantam kendaraan di depan mereka.
Kapolres Sragen, AKBP Petrus Parningotan Silalahi, menyatakan bahwa pihak kepolisian memberikan prioritas pada penyelesaian kekeluargaan antara para pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan ini.
"Kami lebih mengutamakan mediasi dan restoratif justice dalam kasus ini, karena tidak ada korban jiwa," ujar Kapolres.
Namun, bagi Natalia dan keluarganya, luka yang diderita bukan sekadar angka statistik. Luka itu adalah pengingat betapa berbahayanya jalan tol jika kewaspadaan diabaikan.
Kisah Natalia menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu berhati-hati dan menjaga jarak aman saat berkendara, demi keselamatan bersama. ***
Baca Juga: Maling Motor Penari di Depan Banjar Peken Denpasar, Pria Gorontalo Ditangkap, Begini Pengakuannya