Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dokter Kandungan Diduga Lakukan Pelecehan terhadap Pasien, Rekaman CCTV Ungkap Bukti Mengejutkan: Begini Modusnya

Putu Mita Damayanti • Selasa, 15 April 2025 | 23:06 WIB
MSF, dokter obgyn (kandungan) di Garut yang viral karena diduga melakukan pelecehan terhadap pasien saat USG.
MSF, dokter obgyn (kandungan) di Garut yang viral karena diduga melakukan pelecehan terhadap pasien saat USG.

BALIEXPRESS.ID - Jagat media sosial dihebohkan dengan aksi tak senonoh seorang dokter kandungan berinisial MSF di Garut.

Dalam sebuah video berdurasi 53 menit yang kini viral, sang dokter kedapatan melakukan pelecehan seksual terhadap pasien wanita saat pemeriksaan USG.

Yang bikin geram, aksi ini dilakukan saat pasien dalam kondisi tak berdaya, hanya berdua di dalam ruangan dengan pelaku.

Dengan tangan kanan memegang alat USG, tangan kiri si dokter terlihat jelas meraba bagian sensitif pasien.

Video tersebut diduga direkam dari kamera CCTV yang diam-diam dipasang pihak klinik.

Netizen pun mempertanyakan kenapa tidak ada asisten atau bidan yang mendampingi selama USG berlangsung.

Hal ini dijawab oleh akun Instagram @Vhizhenmaula, yang menyebut bahwa MSF punya pola khusus saat memilih “target”.

"Ada kok asisten, tapi beliau selalu punya cara buat bikin asistennya keluar ruangan kalau merasa pasien adalah target. Kalau pasien biasa, asistennya selalu mendampingi," tulis akun tersebut.

Soal CCTV, ternyata itu dipasang karena sebelumnya pihak klinik memang sudah curiga dengan gerak-gerik MSF. Kamera tersebut menjadi saksi bisu terbongkarnya tindakan tercela sang dokter.

"Sudah banyak yang speak up, tapi ga viral. Baru sekarang terbongkar. Makanya dari dulu gak pernah rekomendasiin ke pasien," lanjutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani, membenarkan adanya kasus tersebut.

Ia menyebut bahwa kejadian tidak terjadi di rumah sakit milik pemerintah, melainkan di klinik swasta.

"Yang bersangkutan bukan orang Garut. Memang pernah kerja sama dengan Pemkab, tapi tidak sedang berdinas di fasilitas pemerintah," ungkap Leli.

Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, ikut angkat suara.

Ia mengutuk keras aksi MSF yang disebut sama sekali tidak mencerminkan etika seorang dokter.

"Profesi dokter itu disumpah. Tapi kalau kelakuannya malah begini, itu pengkhianatan terhadap sumpahnya sendiri. Saya minta aparat usut tuntas kasus ini," tegasnya.

Kini masyarakat menanti langkah tegas dari pihak kepolisian.

Kasus ini bukan hanya soal pelanggaran etika profesi, tapi sudah masuk ke ranah hukum dan kemanusiaan.

Harapan netizen dan publik Indonesia satu, hukum harus ditegakkan setegak-tegaknya. Jangan ada ruang untuk predator berkedok profesional. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#modus #pasien #cctv #dokter #bukti #seksual #pelecehan #kandungan