BALIEXPRESS.ID- Tragedi menyelimuti sebuah rumah kos di Jalan Gubeng Kertajaya, Surabaya, Jawa Timur.
Seorang mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan, Rabu (16/4/2025) siang sekitar pukul 12.45 WITA.
Korban diketahui berinisial HZA, berusia 20 tahun, berasal dari Takeran, Magetan, Jawa Timur.
Kanit Reskrim Polsek Gubeng, Iptu Adjie Risky, menjelaskan bahwa korban pertama kali ditemukan oleh temannya dan penjaga kos.
Teman korban sebelumnya mencoba menghubungi HZA untuk mengajaknya mengikuti ujian.
Namun karena tak kunjung mendapat respons, ia memutuskan mendatangi kamar korban.
"Temannya sempat memanggil dan mengetuk pintu, tapi tidak ada jawaban. Karena pintu kamar terkunci, ia mengintip dari jendela dan mendapati korban sudah tergantung," kata Adjie.
Korban diduga kuat tewas gantung diri. Temuan itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Polsek Gubeng bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya melakukan olah tempat kejadian perkara.
Dari hasil penyelidikan awal, ditemukan sebuah surat wasiat di atas meja kamar korban. Korban tercatat sebagai mahasiswa program D4.
"Dalam surat itu ia menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua dan keluarganya. Ia juga meninggalkan pin ATM dan ponsel," ujar Adjie.
Hasil pemeriksaan luar terhadap jasad korban tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan.
Kasus ini masih dalam penanganan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. (*)
Editor : I Made Mertawan