Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Ayah Lumpuh dan Anak Tewas Terjebak Kobaran Api: Rumah Tiga Lantai Ludes

Putu Mita Damayanti • Jumat, 18 April 2025 | 01:26 WIB

Petugas memadamkan kebakaran di Kedungrukem Surabaya. (IST)
Petugas memadamkan kebakaran di Kedungrukem Surabaya. (IST)

BALIEXPRESS.ID - Suasana mencekam menyelimuti Jalan Kedung Rukem IV Nomor 53, Kedungdoro, Tegalsari, Surabaya, Kamis (17/4) dini hari.

Sebuah rumah tiga lantai yang menjadi tumpuan hidup keluarga sekaligus tempat usaha toko kelontong, penjualan gas elpiji, air isi ulang, dan frozen food, tiba-tiba berubah menjadi lautan api.

Kobaran si jago merah tak hanya meluluhlantakkan bangunan, namun juga merenggut nyawa dua orang tercinta.

Baca Juga: Janji Manis 20 Persen Per Bulan Berujung Tangisan! Uang Ratusan Juta Milik Ibu-ibu Raib di Arisan Bodong Berkedok Investasi: Pelaku Ngaku Istri Aparat

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 01.15 WIB. Warsono (69), sang pemilik rumah yang malang, dan anak pertamanya, Suci Ramadhan (36), ditemukan tewas mengenaskan di tengah kobaran api yang melalap bagian dalam kediaman mereka.

"Dua penghuni rumah meninggal dunia akibat kebakaran," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, dengan nada duka.

Respons Cepat Damkar, Namun Takdir Berkata Lain

Bak kilat, unit tempur pertama dari Pos Grudo tiba di lokasi kejadian hanya enam menit setelah laporan diterima, tepatnya pukul 01.21 WIB.

Baca Juga: Kasus Pemukulan Pecalang di Besakih: Benarkah Oknum Polisi Terlibat? Kapolres Ungkap Fakta Mengejutkan!

Tak berselang lama, 14 unit pemadam lainnya dari berbagai penjuru Surabaya seperti Pasar Turi, Joyoboyo, Menur, Pakis TVRI, Sukolilo, dan Tambakrejo, serta unit rescue, turut menyusul.

Sayangnya, api telah berkobar hebat, melahap lantai satu hingga dua rumah.

Petugas pemadam kebakaran dengan sigap berjibaku melawan amukan si jago merah, dan akhirnya api pokok berhasil dipadamkan pada pukul 01.37 WIB.

Proses pembasahan terus dilakukan hingga pukul 03.05 WIB untuk memastikan tidak ada lagi bara yang tersisa.

Upaya Terakhir Ayah Lumpuh Berujung Pilu

Kisah yang lebih memilukan terungkap saat proses evakuasi.

Warsono, sang ayah, ditemukan tak bernyawa di anak tangga antara lantai satu dan dua.

Diduga kuat, pria berusia senja yang menderita lumpuh akibat stroke ini berusaha keras menyelamatkan diri dari kobaran api.

Sementara itu, Suci Ramadhan, sang anak, ditemukan dalam kondisi mengenaskan akibat luka bakar di depan kamar lantai dua.

Baca Juga: Tangisan Histeris, Seorang Pria Tua Ungkap Temuan yang Menggetarkan Hati: Bayi Cowok Mungil Ditinggalkan dengan Surat Pilu!

"Lima orang ada di dalam rumah saat kebakaran terjadi. Tiga penghuni lainnya selamat setelah memanjat ke atap lantai dua dan melompat ke bangunan tetangga," jelas Laksita, menggambarkan betapa mencekamnya situasi saat kejadian.

Diduga dari Lantai Bawah, Penyebab Kebakaran Masih Misteri

Penyelidikan awal mengarah pada dugaan sumber api berasal dari lantai satu rumah, tepatnya di area yang digunakan untuk penjualan gas elpiji, usaha air isi ulang, serta frozen food.

Ajaibnya, bagian toko kelontong hanya mengalami dampak ringan. Sementara itu, lantai dua hangus sekitar 50 persen, dan lantai tiga berhasil selamat dari amukan api.

Dua sepeda motor yang terparkir di dalam rumah pun tak luput dari lalapan si jago merah.

Meski dugaan awal telah muncul, penyebab pasti kebakaran tragis ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Jenazah kedua korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk dilakukan visum setelah olah tempat kejadian perkara selesai.

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban, serta menjadi pengingat betapa berbahayanya api dan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#lumpuh #kebakaran #surabaya