Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tertangkap Basah Incar Kotak Amal, Akhir Kisah Pria Ini Sungguh Tak Terduga! CCTV Jadi Saksi Bisu

Putu Mita Damayanti • Senin, 21 April 2025 | 01:53 WIB

TEREKAM CCTV : Pelaku terekam CCTV usai melakukan pencurian kotak amal di Masjid Al Hidayah (Radar Gresik)
TEREKAM CCTV : Pelaku terekam CCTV usai melakukan pencurian kotak amal di Masjid Al Hidayah (Radar Gresik)

BALIEXPRESS.ID - Sebuah drama tak terduga terjadi di Gresik! Seorang pria berinisial MZ (40), warga Jalan Veteran, Kelurahan Singosari, Kecamatan Kebomas, nyaris berurusan dengan pihak berwajib setelah tepergok hendak melakukan aksi pencurian kotak amal di Masjid Al-Hidayah.

Namun, alih-alih jeruji besi, akhir dari kejadian ini justru menghadirkan sebuah pelajaran berharga tentang empati dan kesempatan kedua.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (17/4/2025) sekitar pukul 13.00 WIB ini bermula dari kecurigaan Yoyok Achmad Supi’i, Takmir Masjid Al-Hidayah.

Baca Juga: Termakan Usia, Bangunan Pantai Kuta Mulai Aami Kerusakan

Gerak-gerik MZ yang mondar-mandir di dekat kotak amal membuat Yoyok waspada.

Instingnya mengatakan ada yang tidak beres, apalagi masjid tersebut memang sempat beberapa kali kehilangan uang dari kotak amal.

Dengan sigap, Yoyok memantau situasi melalui rekaman CCTV masjid.

Benar saja, layar monitor menangkap basah niat kurang terpuji MZ. Tak ingin kecolongan lagi, Yoyok segera mengamankan MZ beserta sepeda motornya sebelum pria tersebut berhasil menyentuh kotak amal, dan kemudian menghubungi Polsek Kebomas.

Kapolsek Kebomas, Kompol Gatot Setyo Budi, membenarkan kejadian ini. Setelah diamankan, MZ mengakui perbuatannya.

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Tragis! Diduga Mengantuk, Mobil Tabrak Motor, Begini Kondisi Korban!

Bahkan, terungkap fakta mengejutkan bahwa MZ telah tiga kali melakukan pencurian di kotak amal masjid yang sama.

Aksinya pertama kali terjadi pada Minggu (13/4/2025) dengan hasil Rp60.000, disusul pada Senin (14/4/2025) sebesar Rp38.000, dan terakhir pada Selasa (15/4/2025) dengan Rp42.000.

Namun, inilah bagian yang paling menarik dan tak terduga dari kisah ini.

Dalam koordinasi yang melibatkan Satreskrim Polres Gresik, Takmir Masjid, dan Ketua RT setempat, sebuah keputusan luar biasa diambil.

Pengurus Masjid Al-Hidayah memilih untuk memaafkan MZ. Mereka memahami kesulitan ekonomi yang dialami MZ, apalagi ia merupakan warga setempat.

Lantas, hukuman apa yang diterima MZ? Alih-alih mendekam di penjara, MZ mendapatkan hukuman sosial yang diharapkan memberikan efek jera dan membuka pintu pertobatan.

Ia diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya dan menjalani bentuk pertobatan dengan membersihkan Masjid Al-Hidayah.

"Semuanya sepakat ini jadi pelajaran. Harapannya, pelaku benar-benar tobat dan bisa memperbaiki hidupnya," ungkap Kompol Gatot pada Jumat (18/4).

Baca Juga: Kabar Duka: Seorang Petani Ditemukan Tak Bernyawa di Tengah Sawah Trawas, Ada Apa?

Kisah ini menjadi sebuah refleksi mendalam tentang penegakan hukum yang bisa dilakukan dengan sentuhan kemanusiaan.

Di saat teknologi CCTV merekam jelas sebuah pelanggaran, hati yang penuh empati justru memberikan kesempatan kedua. Bagaimana menurut Anda? ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#gresik #kotak amal