Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Waduh! Kakek 81 Tahun Nekat Bundir di Pohon Jeruk: Diduga lantaran Rindu

Putu Mita Damayanti • Kamis, 24 April 2025 | 21:51 WIB
JENAZAH: Aparat kepolisian mengevakuasi jenazah korban di pekarangan desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis.
JENAZAH: Aparat kepolisian mengevakuasi jenazah korban di pekarangan desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis.

BALIEXPRESS.ID — Warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang kakek tergantung di pekarangan rumah anaknya, Selasa malam (22/4).

Korban diketahui bernama Rojalih, 81 tahun, berasal dari Depok, Jawa Barat.

Peristiwa memilukan ini terjadi di pohon jeruk yang berada tak jauh dari rumah sang anak.

Menurut keterangan, Rojalih telah tinggal di rumah anaknya di Pakis sejak 18 April, setelah sebelumnya menetap di Jakarta.

Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban terakhir kali terlihat sekitar pukul 11.00 siang.

Saksi mata, Luqman Hakim, yang merupakan tetangga korban, sempat berpapasan dengannya. 

Beberapa saat sebelumnya, anak korban, Yunita Rita, juga melihat ayahnya di ruang tamu.

Saat itu, Rojalih berpamitan hendak membeli rujak namun tidak pernah kembali.

Jasad korban ditemukan oleh menantunya, Ahmad Yani, sekitar pukul 17.40 ketika sedang mengantar temannya pulang. 

Secara tidak sengaja, ia menoleh ke pekarangan dan melihat sesosok tubuh dalam posisi berdiri yang tidak bergerak. 

Karena suasana yang remang-remang, Yani mendekat untuk memastikan.

Betapa terkejutnya dia saat menyadari bahwa itu adalah mertuanya yang sudah tak bernyawa.

Pihak kepolisian, melalui Kapolsek Pakis AKP Suyanto, menyatakan bahwa dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. 

Korban diduga bunuh diri dengan cara menggantung diri menggunakan kabel listrik jenis fiber optik.

Polisi menyimpulkan peristiwa ini sebagai bunuh diri murni.

Keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.

Setelah diturunkan, jasad korban langsung dimandikan oleh pihak keluarga.

Diketahui, Rojalih sering mengungkapkan rasa rindunya terhadap sang istri yang telah meninggal setahun lalu. 

Hal tersebut diduga menjadi alasan utama di balik keputusan tragis ini.

Tidak ditemukan indikasi tekanan finansial atau utang yang bisa memicu tindakan nekat tersebut.

Kisah ini menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga kesehatan mental, terutama bagi mereka yang telah kehilangan orang terdekat. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#pohon jeruk #kakek #rindu #bundir