Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jasad Siswa SMK di Sungai Brantas: Luka Lebam dan Teman Sekolah Jadi Sorotan!

I Putu Suyatra • Minggu, 11 Mei 2025 | 15:36 WIB

TAK TERIMA: Keluarga MA melaporkan kematian korban ke Polres Mojokerto agar diusut tuntas oleh kepolisian. (martda/jprm)
TAK TERIMA: Keluarga MA melaporkan kematian korban ke Polres Mojokerto agar diusut tuntas oleh kepolisian. (martda/jprm)

BALIEXPRESS.ID - Sebuah teka-teki pilu menyelimuti penemuan jasad MA (18), seorang siswa SMK yang ditemukan mengambang di aliran Sungai Brantas, perbatasan Mojokerto-Sidoarjo, pada 5 Mei lalu.

Keluarga korban tak kuasa menahan duka dan kecurigaan, menilai kematian remaja tersebut penuh kejanggalan hingga akhirnya melaporkan kasus ini ke Polres Mojokerto.

Jenazah MA pertama kali ditemukan oleh warga di fondasi bendungan dalam kondisi masih mengenakan seragam sekolah.

Baca Juga: Kisah Vonis MAUT Serial Killer, Jagal Wonogiri: Misteri 4 Nyawa Melayang Terkuak di Persidangan!

Peristiwa tragis yang terjadi pada Senin (5/5) petang ini sempat membuat geger warga sekitar.

Namun, fakta yang lebih membingungkan terungkap dari penuturan Kepala Desa Kedungmungal, Sukarto. Rupanya, jauh sebelum penemuan jasad, warga telah menemukan tas dan sepatu korban di tepi sungai sejak Sabtu (3/5) siang!

"Warga lapor menemukan tas dan sepatu itu pada Senin (5/5) sekitar pukul 13.00. Sorenya ditemukan mayat itu. Tapi, tas dan sepatu itu ditemukan hari pada Sabtu (3/5)," ungkap Sukarto, memunculkan pertanyaan: mengapa barang-barang korban ditemukan jauh sebelum jasadnya?

Baca Juga: Cerita di Balik Tempat Suci Hindu Bali, Napas Magis Seni di Pura Gede Dalem Intaran: Dari Pohon Ajaib Hingga Penampakan Rencang Cilik!

Polsek Prambon segera mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Porong dan memastikan identitas korban sebagai MA, siswa kelas XI SMK asal Mojosari.

Keluarga korban ternyata telah melaporkan kehilangan MA sejak Sabtu (3/5), hari yang sama saat tas dan sepatunya ditemukan.

Ibunda MA, Jamik (52), tak mampu menyembunyikan kepedihan dan kebingungannya atas kematian sang buah hati.

"Pada hari itu, anak saya dijemput temannya dengan sepeda motor di sekolah. Namun, hingga pukul 14.00, anak saya belum pulang. Saya suruh telepon teman-temannya, tapi (MA) tidak bisa dihubungi sampai habis Magrib," lirih Jamik.

Kecurigaan keluarga semakin menguat ketika sehari setelah kehilangan, mereka mendapat kabar penemuan tas dan sepatu MA di tepi Sungai Brantas.

Puncaknya, pada Senin (5/5), Jamik mendatangi sekolah MA dan mendapatkan informasi krusial: MA terakhir kali terlihat pergi bersama dua teman sekolahnya yang berinisial SM dan RF.

"Kami berharap agar kasus ini diusut tuntas dan pihak yang bertanggung jawab dapat diberikan hukuman yang setimpal. Saya tidak terima anak saya berangkat sekolah sehat wal afiat, tapi pulangnya jadi mayat," tegas Jamik dengan nada penuh harap akan keadilan.

Sang kakak, Diki Sukono, juga merasakan kuatnya kejanggalan dalam kematian adiknya. Sebuah detail mencurigakan yang ia temukan pada jasad MA semakin memperkuat dugaannya.

"Ada luka lebam merah di dada. Mungkin ada pengeroyokan. Rambut sudah agak pendek. Padahal, dia belum potong," ungkap Diki, memunculkan spekulasi adanya kekerasan sebelum MA ditemukan tewas.

Lantas, apa kata pihak kepolisian? Kasi Humas Polres Mojokerto, Iptu Suyanto, membenarkan adanya laporan dari keluarga korban.

Baca Juga: Fakta Baru Penganiayaan Siswi SMP di Denpasar Terungkap!

Namun, ia memberikan keterangan yang bertolak belakang dengan dugaan keluarga.

"Memang benar ada laporan (keluarga MA) setelah ada dugaan itu. Tapi, dari hasil visum tidak ada tanda-tanda kekerasan," jelas Iptu Suyanto.

Kontradiksi antara temuan keluarga korban dengan hasil visum polisi ini semakin menambah misteri kematian MA.

Mengapa ada luka lebam di dada korban jika visum tidak menemukan tanda kekerasan? Apa peran dua teman sekolah MA, SM dan RF, dalam kejadian ini? Dan mengapa tas serta sepatu korban ditemukan dua hari sebelum jasadnya?

Pihak kepolisian diharapkan dapat segera mengungkap tabir gelap di balik kematian tragis siswa SMK ini dan memberikan jawaban yang memuaskan bagi keluarga yang berduka. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#mojokerto #siswa smk #sungai brantas