Teror Konvoi Diduga Pesilat, Ratusan Remaja Berpakaian Hitam Bikin Ulah, Ada Apa?
I Putu Suyatra• Senin, 12 Mei 2025 | 15:57 WIB
TEREKAM: Gerombolan pesilat terekam berbuat rusuh di kawasan Krian dan Taman, Minggu siang (11/5).
BALIEXPRESS.ID - Sebuah pemandangan mencekam sekaligus membingungkan terjadi di sejumlah ruas jalan utama Kabupaten Sidoarjo pada Minggu siang (11/5).
Ratusan remaja yang mengenakan pakaian serba hitam dan membawa bendera misterius tiba-tiba menggelar konvoi yang mengganggu ketertiban umum.
Diduga kuat berasal dari salah satu perguruan silat, aksi mereka tak hanya membuat gaduh, tapi juga berujung pada tindakan anarkis yang membuat warga resah.
Konvoi yang bergerak mulai dari wilayah Balongbendo, Krian, hingga Taman ini menggunakan sepeda motor dan menimbulkan kebisingan yang mengganggu.
Namun, yang lebih mengkhawatirkan, para remaja ini dilaporkan melakukan aksi provokasi hingga kekerasan.
"Jumlahnya ratusan, pakai baju hitam semua. Mereka mengejar dan melempari remaja lain dengan batu," ungkap Yuli, seorang pengendara yang menjadi saksi mata di kawasan Bypass Krian.
Ketegangan antar kelompok pun tak terhindarkan, memaksa aparat kepolisian turun tangan untuk membubarkan massa dan mencegah bentrokan yang lebih besar.
Kapolsek Krian, Kompol IGP Atmagiri, memastikan bahwa situasi di Bypass Krian telah terkendali setelah pihaknya membubarkan rombongan yang bergerak menuju arah Gresik tersebut.
Namun, ironisnya, "teror" konvoi misterius ini belum berakhir.
Saat melintasi Jalan Raya Kletek, Kecamatan Taman, kelompok remaja berpakaian hitam ini kembali berulah.
Mereka kembali melakukan aksi pengejaran dan meneriaki kelompok remaja lain.
Bahkan, beberapa saksi mata melihat adanya pelemparan batu yang semakin memperkeruh suasana.
"Saya mau ke Geluran, pas lewat ramai sekali. Mereka bergerombol dan teriak-teriak ke arah kelompok lain," ujar Prasetyo, seorang pengendara motor yang melintas di kawasan Taman.
Ia bahkan melihat beberapa anggota konvoi membawa senjata tajam, menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya bentrokan fisik yang lebih serius.
Beruntung, aparat kepolisian kembali bertindak cepat dan berhasil membubarkan massa di wilayah Taman.
Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kemungkinan adanya pelanggaran hukum lainnya.
Identitas pasti dari kelompok remaja misterius berpakaian hitam ini masih menjadi tanda tanya besar.
Tujuan konvoi mereka dan alasan di balik tindakan anarkis yang mereka lakukan juga belum terungkap sepenuhnya.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para pemuda dari berbagai perguruan silat, untuk tidak terprovokasi dan bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah Sidoarjo. ***