Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Otopsi Jasad Siswa SMP Klaten, Dilakukan untuk Ungkap Dugaan Kekerasan Usai Duel Pelajar

Putu Mita Damayanti • Kamis, 29 Mei 2025 | 01:42 WIB
Proses ekshumasi makam F, pelajar SMP di Klaten yang meninggal setelah berduel dengan sesama pelajar, Rabu (28/5/2025).
Proses ekshumasi makam F, pelajar SMP di Klaten yang meninggal setelah berduel dengan sesama pelajar, Rabu (28/5/2025).
 
BALIEXPRESS.ID – Proses hukum atas kematian F (15), siswa SMP asal Klaten, terus berlanjut dengan dilakukannya pembongkaran makam pada Rabu (28/5/2025). 
 
 
Ekshumasi ini dilakukan untuk keperluan otopsi guna memastikan penyebab kematian F yang sebelumnya sempat terlibat perkelahian dengan teman sekolahnya.
 
Tim gabungan dari Polres Klaten dan forensik RS Bhayangkara Polda DIY melakukan pembongkaran makam di dua lokasi, yakni Sasanalaya Pengkol dan Gayamsibathok, Desa Melikan, Kecamatan Wedi.
 
 
 
Pembongkaran dimulai sejak pukul 08.00 oleh tim penggali makam dari Kecamatan Jatinom. Sekitar setengah jam kemudian, tim forensik tiba di lokasi dan langsung melakukan proses otopsi.
 
Kematian F sebelumnya dikaitkan dengan perkelahian yang terjadi pada 7 Mei 2025 di Desa Kaligayam, Kecamatan Wedi. 
 
Perkelahian tersebut diduga bermula dari ejekan antar pemain setelah pertandingan futsal di wilayah Kecamatan Bayat, sebagaimana disampaikan oleh Kapolsek Wedi AKP Eko Pujianto.
 
 
"Karena melibatkan anak-anak di bawah umur, kasus ini kami serahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Klaten," ujarnya.
 
F diketahui masih menjalani kegiatan sekolah seperti biasa hingga 10 Mei. Namun pada 11 Mei, ia mulai mengeluhkan sakit dan akhirnya meninggal dunia sehari kemudian setelah mendapat perawatan di RSUD Bagas Waras Klaten.
 
 
Kuasa hukum keluarga korban, Ariyanto, menyampaikan bahwa keluarga mendukung penuh proses penyidikan, termasuk otopsi yang dilakukan terhadap jasad F.
 
"Keluarga sejak awal menyatakan siap mengikuti seluruh proses hukum. Mereka hanya menginginkan keadilan dan kebenaran atas apa yang menimpa putra mereka," ucapnya.
 
Hingga kini, hasil otopsi masih dinantikan sebagai dasar untuk menentukan arah penyelidikan lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus ini. (*) 
 
Editor : I Dewa Gede Rastana
#kematian #smp #siswa #klaten #otopsi #penyebab