BALIEXPRESS.ID — Seorang pria bernama Fronner Marudut Daud (42), ditemukan meninggal dunia di dalam mobil pribadinya yang terparkir di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru, pada Rabu (2/7) pagi.
Korban diketahui merupakan warga Perumahan Oce Regency, Jalan Garuda Sakti, Kelurahan Simpang Baru, Kecamatan Binawidya, dan berprofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
Diduga, Fronner meninggal akibat penyakit hipertensi yang kambuh usai berolahraga.
Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Iptu Santo Morlando, menjelaskan bahwa sebelum ditemukan tak bernyawa, korban sempat terlihat berlari mengelilingi stadion.
Saat berolahraga, korban sempat berbincang dengan beberapa orang saksi yang juga tengah beraktivitas di lokasi tersebut.
“Salah satu saksi sempat bertanya kepada korban sudah berapa kali ia berlari, dan dijawab sudah tiga putaran. Saat itu korban juga mengaku memiliki riwayat hipertensi,” ungkap Iptu Santo, Kamis (3/7).
Usai lari, korban merasa kelelahan dan meminta air minum dari saksi. Ia sempat diberikan air mineral, namun belum sempat meminumnya. Korban kemudian masuk ke mobilnya untuk beristirahat.
Tidak lama setelah itu, dua saksi melihat korban tidak bergerak di dalam mobil dengan posisi kursi dalam keadaan rebah. Saat diperiksa, korban telah meninggal dunia.
Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada petugas pengawas stadion. Para saksi juga menggunakan ponsel milik korban yang berhasil dibuka dengan sidik jari untuk menghubungi keluarga.
Pihak keluarga pun diberi kabar dan segera mendatangi lokasi, serta melaporkan kejadian ke Polsek Binawidya.
Menanggapi laporan tersebut, Panit Reskrim IPDA Hendra Gunawan, SH, bersama tim piket langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan pengamanan.
Tim Identifikasi dari Polresta Pekanbaru juga diturunkan untuk mendalami kasus ini.
Baca Juga: Warisan Masa Lalu Bernilai Tinggi, Kadek Oka Koleksi Ribuan Koin Kuno yang Makin Diminati
Jenazah Fronner kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan visum et repertum.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh sebagai bagian dari prosedur penanganan kasus kematian mendadak.
"Hasil awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara kematian disebabkan oleh faktor medis. Namun, penyelidikan tetap kami lakukan sesuai prosedur," tegas Iptu Santo.
Setelah proses visum selesai, pihak keluarga menjemput jenazah untuk dimakamkan.
Polisi menyatakan telah berkoordinasi dengan keluarga korban dalam penanganan lebih lanjut. (*)
Editor : Nyoman Suarna