Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tragedi Dini Hari Surabaya: Menguak Alasan di Balik Kecelakaan Maut yang Renggut Nyawa Remaja

Putu Mita Damayanti • Sabtu, 26 Juli 2025 | 01:13 WIB

EVAKUASI : Tiga remaja terlibat kecelakaan, salah satu korban dinyatakan meninggal dunia di Jalan Dukuh Bulak Banteng, Surabaya. (IST/RADAR SURABAYA)
EVAKUASI : Tiga remaja terlibat kecelakaan, salah satu korban dinyatakan meninggal dunia di Jalan Dukuh Bulak Banteng, Surabaya. (IST/RADAR SURABAYA)

BALIEXPRESS.ID – Sebuah kecelakaan lalu lintas tragis kembali menyelimuti Kota Surabaya. Dini hari Jumat (25/7), Jalan Dukuh Bulak Banteng, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kecamatan Kenjeran, menjadi saksi bisu insiden memilukan yang melibatkan tiga remaja.

Satu di antaranya, R (16), meninggal dunia di lokasi kejadian, meninggalkan duka mendalam dan pertanyaan besar.  

So What? Mengapa Kita Perlu Tahu Lebih Jauh?

Tragedi ini bukan sekadar statistik kecelakaan. Ini adalah cerminan dari risiko yang mengintai anak-anak muda kita di jalanan, terutama pada jam-jam rawan. Mengapa seorang remaja berusia 16 tahun harus meregang nyawa di jalanan Surabaya yang seharusnya aman?

Apa yang bisa kita pelajari dari insiden ini untuk mencegah kejadian serupa terulang?

Kecelakaan ini memicu keprihatinan serius tentang kesadaran keselamatan berkendara di kalangan remaja dan pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak-anak mereka di luar rumah, terutama saat dini hari.

Ini adalah panggilan bagi kita semua untuk bertindak.  

Kronologi Singkat: Respons Cepat, Namun Nyawa Tak Tertolong

Peristiwa nahas ini dilaporkan ke Command Center 112 sekitar pukul 03.48 WIB. Respon cepat patut diacungi jempol; tim gabungan dari TRC Petir, TGC Cowek, Posko Terpadu Cowek, PMI, dan Dinas Sosial langsung dikerahkan dan tiba di lokasi hanya dalam sembilan menit.

Kabid Darlog BPBD Surabaya, Linda Novanti, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ketiga korban, yang diketahui warga Tambak Wedi, Surabaya, tidak membawa identitas diri saat insiden terjadi.

"Satu korban atas nama R (16) ditemukan dalam kondisi tidak sadar. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia di tempat," terang Linda, menyoroti betapa cepatnya nyawa R terenggut.  

Dua Rekan Terluka: Potensi Dampak Jangka Panjang

Selain korban jiwa, dua remaja lainnya mengalami luka-luka serius:

Keluarga korban telah dihubungi dan turut mendampingi proses evakuasi. 

Dua korban selamat langsung mendapat penanganan medis di lokasi, dan salah satunya telah dirujuk ke RSUD dr. Soewandhie untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, jenazah R (16) dibawa ke kamar jenazah RSU dr. Soetomo menggunakan ambulans Dinas Sosial, didampingi keluarga yang berduka. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#kecelakaan #surabaya