Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tak Mau Mendebat, dengan Bukti Luh Hesti Ranitasari Patahkan Cibiran

I Komang Gede Doktrinaya • Sabtu, 17 Desember 2022 | 18:38 WIB
Luh Hesti Ranitasari. Ist
Luh Hesti Ranitasari. Ist
MENJADI anggota DPRD perempuan termuda memang tidaklah mudah. Terlebih persaingan politik yang ketat. Tetapi Luh Hesti Ranitasari, salah satu anggota DPRD Buleleng berhasil melaju dengan kecakapan yang dimiliki.

Awalnya Ranitasari banyak mendapat cibiran. Dari tak bisa kerja, anak mama, tak bisa berbahasa Bali, hanya numpang tenar, dan masih banyak lagi.

Wanita yang karib dipanggil Rani merasa tertantang. Saat itu ia baru lulus S2. Selama 8 bulan ia mematangkan diri sebelum maju merebut kursi dewan. Rani berhasil. Ia mematahkan cibiran-cibiran yang sebelumnya ditujukan pada dirinya. Tak sekalipun ia membalas. “Cukup buktikan saja bahwa saya bisa. Tidak perlu terlalu banyak bicara,” ujar perempuan yang kini menjadi istri Komandan Kodim (Dandim) 1617/Jembrana, Letkol Infanteri Teguh Dwi Raharja.

Anggota Fraksi Demokrat ini begitu mencintai politik. Ia ingin meneruskan langkahnya hingga masyarakat tidak menginginkannya lagi duduk di kursi DPRD Buleleng. Baginya, mendengarkan aspirasi rakyat sama halnya mendengarkan suara hati nurani sendiri.

Selama 2 periode duduk di kursi DPRD Buleleng, Rani kini memimpin Komisi IV. Ia membidangi Kesejahteraan Rakyat yang meliputi, Pendidikan, Kesehatan, Kepemudaan, Agama, Seni, Sosial, Peranan Wanita, Transmigrasi hingga Penanggulangan Bencana.

Menjadi istri Dandim, militansi Rani sempat dipertanyakan di dunia politik. Namun ia telah mantap akan kembali bertarung pada Pemilu Legislatif 2024. Apalagi ia telah mengantongi izin dari sang suami. “Politik itu passion saya. Saya sendiri dari nol sampai bisa jadi ketua komisi. Ini benar-benar dari saya, air mata saya, keringat saya, tangan dan badan saya. Saya mencintai politik,” tegas politisi dengan 4.200 suara.

Dalam setiap agenda rapat dewan, suara Rani kerap terdengar lantang. Ia menyampaikan usulan dengan lugas. Tak ada rasa takut yang terdengar dari nada suaranya. Ia selalu menyampaikan pendapat dengan lembut, namun terkadang sedikit menohok.

 

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#Tak Mau Mendebat #Patahkan Cibiran #partai demokrat #Luh Hesti Ranitasari #dprd buleleng