JEMBER, BALI EXPRESS – Menko Polhukam, Mahfud MD, melaksanakan kunjungan ke beberapa pesantren di Jawa Timur selama dua hari terakhir.
Hanya saja Mahfud MD dengan tegas menyatakan bahwa kunjungannya tidak terkait dengan musim Pilpres.
Belakangan ini, nama Mahfud MD mencuat sebagai salah satu kandidat potensial Cawapres pendamping Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Meskipun demikian, Mahfud MD dengan tegas membantah bahwa hal ini terkait dengan persiapan Pemilihan Presiden.
Dia mengakui bahwa kunjungan semacam ini telah menjadi kebiasaannya, menjaga hubungan yang baik dengan Nahdliyin, terutama dengan santri dan pengurus pesantren.
Setelah mengunjungi Ponpes Nurul Qurnain di Kecamatan Sukowono, Jember, Mahfud melanjutkan silaturahmi ke Ponpes Alfalah di Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Jember.
Pada hari Senin (25/9), Mahfud juga mengunjungi Ponpes Alhamid di Pasuruan.
"Tadi pagi, saya mengunjungi Ponpes Darussalam Blok Agung, Banyuwangi. Kemudian, saya datang ke sini, lalu menuju Ponpes Al Falah. Besok, saya akan ke Ponpes Al Hamid di Pasuruan," ungkapnya pada hari Minggu (24/9) dikutip dari pojok satu.
"Saya sudah mengunjungi Ponpes ini (Nurul Qurnain) sebanyak tiga kali. Jadi, tidak ada hubungannya dengan persiapan Pilpres," tambahnya.
Perlu dicatat bahwa nama Mahfud MD telah sering muncul dalam bursa cawapres.
Meskipun demikian, Mahfud MD tidak merespons kabar tersebut dengan serius. Menurutnya, biarkan proses berjalan dengan sendirinya.
Mahfud juga memilih untuk tidak membahas lebih lanjut mengenai Pemilihan Presiden selama kunjungannya tersebut. Fokusnya adalah pada kegiatan kunjungan ke berbagai pesantren.
"Saya datang ke sini bukan untuk membicarakan Pilpres atau Pemilu. Kunjungan ini semata-mata untuk pesantren," tegasnya.
“Ini tidak ada hubungannya dengan musim Pilpres, seperti yang selalu saya lakukan sebelumnya," tambah Mahfud.