BALI EXPRESS-Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo, tidak menyangka bisa bertemu dengan sosok legendaris di institusi Polri.
Ganjar berkesempatan bertemu dengan Meriyati Roeslani, istri almarhum mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, pada Senin (27/11).
Sebagai anak anggota polisi berpangkat rendahan, Ganjar memahami bahwa bertemu dengan keluarga pejabat tinggi Polri bukanlah hal yang mudah.
"Saya adalah anak Bhayangkari. Jadi, sebuah keinginan yang saya harapkan lama dan beberapa kali kami mau ke sini batal, tidak jadi, dan hari ini alhamdulillah diterima kami senang sekali," ucap Ganjar dikutip dari jawapos.com.
Ganjar, yang diajarkan oleh ayahnya tentang integritas, sangat mengidolakan sosok Jenderal Hoegeng, seorang polisi yang selama hidup dan karirnya dikenal sebagai sosok jujur.
Banyak perbincangan yang terjadi antara Ganjar dan Meri Hoegeng, termasuk mengenai kisah-kisah Hoegeng yang masih diingat dengan baik oleh Meri. Sesekali, anak-cucu Hoegeng juga ikut berbagi cerita.
"Seperti bertemu ibu. Saya senang. Sebagai anak seorang perwira pertama, bisa bertemu dengan ibunda, istri Kapolri yang legendaris, saya bangga sekali," ujar Ganjar.
Baca Juga: Pasca Bentrok Berdarah Kota Bitung Aman, Tujuh Pelaku Diamankan, Satu Masih Dibawah Umur
Mantan Gubernur Jawa Tengah ini juga mengaku menerima pesan dari Meri Hoegeng. Ganjar menyampaikan bahwa pesan tersebut lebih terkait dengan urusan anak dan ibu.
"Beliau mendoakan saya, yang sehat, yang kuat. Membawa amanah ini tidak ringan. Lalu putra-putra beliau menambahkan cerita bagaimana Pak Hoegeng berproses menjaga integritas itu luar biasa, dan kami orang yang mengikuti itu. Bagaimana legenda polisi bernama Hoegeng," papar Ganjar.
Sementara itu, Meri Hoegeng mengatakan bahwa Ganjar adalah keluarga Bhayangkara karena merupakan anak seorang perwira Polri.
"Kita keluarga Bhayangkara, mudah-mudahan beliau ini bisa membuat sesuatu keindahan, kebaikan untuk bangsa dan negara," ungkap Meri.
Meri juga menyampaikan pesan agar Ganjar tetap menjaga sikapnya, terutama dalam kesederhanaan dan keramahannya agar tidak pernah berubah.
"Tetap pelihara keramahannya dan kesederhanaannya serta terus mengharapkan yang terbaik untuk bangsa dan negara," pungkas Meri. (*)
Editor : Suharnanto Bali Express