Menurut Sudirman Said, ucapan tersebut tak patut diucapkan oleh seorang calon pemimpin.
"Menurut saya, bahkan bagi siapapun yang bergerak di arena publik, tidak layak, tidak pantas, tidak patut melecehkan etika," ujar Sudirman kepada wartawan, Minggu (17/12).
Baca Juga: Tanggaapan Tenang dan Santai Anies Baswedan Soal ‘Ndasmu Etik’ yang Diucap Prabowo
"Kenapa? Karena justru value pemimpin di sektor publik karena menjaga etika. Bukan saja semata-mata soal ketaatan pada hukum," sambungnya dikutip dari Jawa Pos.
Ia mengatakan, bahwa saat ini etika memiliki peranan penting bagi pimpinan di jabatan-jabatan publik. Sebab, saat ini menurutnya hukum sudah bisa ditekuk jika tanpa etika.
"Karena itu sangat disayangkan bila ada orang yang bahkan sedang dalam kontestasi sedang mendulang atau menghimpun simpati masyarakat, tapi justru memberikan signal contoh yang tidak baik," ucapnya.
Baca Juga: Ingat! Ini Rangkaian Hari Suci Saraswati Agama Hindu di Bali, Lontar Sundarigama Ungkap Maknanya
Dengan ucapan yang tak patut itu, Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu menyebut bahwa wajar bila masyarakat banyak mengkritisi. Sebab, saat ini menurutnya banyak pejabat yang tak memiliki etik dalam mengambil kebijakan.
"Nah karena itu setiap pemimpin, apalagi yang sedang berkontestasi harus menyakinkan masyarakat, kita akan bersama-sama memperbaiki aspek, kita akan bersama-sama memperbaiki etik bukan sebaliknya melecehkan," tandas Sudirman.
Editor : Wiwin Meliana