Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Disebut Tidak Konsisten Terkait IKN, Cak Imin Tanggapi Pernyataan Gibran

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 25 Desember 2023 | 01:53 WIB
Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Gibran Rakabuming Raka saat tampil dalam debat Cawapres, Jumat (22/12).
Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Gibran Rakabuming Raka saat tampil dalam debat Cawapres, Jumat (22/12).

BALI EXPRESS – Debat tahap kedua yang mengadu para calon wakil presiden (cawapres) 2024, telah dilaksanakan Jumat (22/12) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Dalam debat tersebut ada banyak hal yang menjadi sorotan publik dan viral di media sosial. Salah satunya adalah Cawapres nomor urut 1, yakni Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dinilai tidak konsisten terkait Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pernyataan dari Gibran Rakabuming raka tersebut pun telah ditanggapi oleh Cak Imin.

Cak Imin (Gus Imin) mengatakan alasan dirinya dulu mendukung pembangunan IKN yakni dikarenakan berharap ada investasi besar yang masuk.

“Dulu kami dukung IKN karena kami berharap ada Investasi besar masuk, konsultannya saja Mantan Perdana Menteri Inggris, tapi tidak ada yang masuk. Apakah kami teruskan prioritas itu? Makanya kami evaluasi,”  ujar Gus Imin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu dilansir dari antaranews.

Hal tersebut disampaikan Cak Imin usai menghadiri acara deklarasi dengan alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Semarang, Minggu.

Cak Imin menyampaikan setelah dilakukan evaluasi, pihaknya menilai ada skala prioritas yang lebih utama dibandingkan dengan pembangunan IKN yang membutuhkan dana besar.

"Kita butuh skala prioritas yang sungguh-sungguh, sementara Banjarmasin, Balikpapan kurang air, jalannya rusak, Pontianak membutuhkan penanganan, dan dananya tidak seberapa dibanding IKN. Makannya kita sampaikan adalah skala prioritas," kata Cak Imin.

Sebelumnya dalam debat Cawapres Cak Imin yang berhadapan dengan Gibran, mengatakan bahwa IKN adalah salah satu dari sekian banyak proyek di pemerintahan Jokowi yang jauh dari skala prioritas.

“Ini IKN sebagai salah satu contoh saja. Itu kalau hanya mengandalkan APBN hamper Rp 500 triliun. Padahal 1 persen saja dari Rp 400 sekian triliun itu untuk membangun jalan seluruh Kalimantan, beres,” kata Cak Imin.

Ia melanjutkan, anggaran yang dipakai untuk membiayai proyek IKN, seharusnya dapat dialokasikan untuk membangun sumber daya alam lainnya. Seperti yang ada di Kalimantan, baik infrastruktur umum maupun pendidikan.

Pernyataan tersebut lantas dibantah  oleh Gibran. Ia menyebut bahwa Cak Imin tidak konsisten dengan langkah-langkah politiknya, lantaran dulunya Cak Imin malah ikut menghadiri peresmian IKN.

“Saya ingat sekali Gus Muhaimin dulu sempat ikut dan potong tumpeng di IKN. Ini gimana, ini nggak konsisten, dulu dukung, sekarang enggak dukung, karena menjadi pendamping Anies di perubahan,” kata Gibran. (*)

 

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#ikn #debat cawapres #kalimantan #cak imin #gibran