BALIEXPRESS.ID - Manuver politik I Made Satria saat ini tengah ramai dibicarakan. Belakangan nama Satria santer disandingkan dengan Tjokorda Surya Putra yang merupakan tokoh Puri Agung Saren Kauh Klungkung.
Hal itu semakin santer terdengar setelah Satria dan Tjokorda Surya sempat bertemu dengan Ketua DPD PDIP Provinsi Bali belum lama ini.
Salah seorang masyarakat Klungkung yang enggan disebutkan namanya menilai jika paket Satria-Tjok Surya tepat karena menyatukan generasi tua dan muda.
Tjokorda Surya saat dikonfirmasi tidak menamfik mengenai adanya pertemuan dirinya dengan Wayan Koster. Namun menurutnya pembicaraan tidak sebatas urusan Pilkada.
Sedangkan mengenai paket Satria-Tjok Surya yang ramai beredar di media sosial kata dia itu adalah bagian dari aspirasi masyarakat.
“Saya baik dengan Pak Koster. Tapi mekanisme partai kan ada saya menghormati mekanisme di PDIP. Kalau sudah kelar dan ada rekomendasi itu baru bukti otentik. Saat ini masih fleksibel, dinamis,” tegasnya.
Apabila nantinya ia didorong maju sebagai cawabup, menurutnya hal itu adalah bentuk ‘ngayah’.
“Saya tidak mencari pekerjaan disitu. Bagi saya, mari kita rubah cara pandang, menjabat di pemerintahan itu adalah ngayah. Kalau memang alam merestui saya, konsepnya itu ngayah, berarti kewajiban saya ngayah untuk Klungkung. Dan ngayah itu kewajiban. Mau tidak mau kita harus siap,” ujarnya.
Maka dari ia pun siap mundur sebagai karyawan BUMN jika nantinya diberikan kepercayaan oleh PDIP untuk tarung di Pilkada Klungkung.
Sementara itu Made Satria memilih hemat bicara soal hal tersebut.
"Saya no comment dulu pak. Saat ini saya fokus dulu konsolidasi danbkomunikasi politik dengan ketua-ketua partai di Klungkung. Mengenai pasangan untuk wakil saya serahkan pada tim untuk menggodoknya,” tegasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana