BALIEXPRESS.ID - Pada pukul 14.00 WITA, Kamis (29/8) lalu, pasangan calon bupati dan wakil bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna, resmi mendaftar di KPU Buleleng. Pasangan ini menjanjikan ambulans gratis jika terpilih.
Pasangan ini diusung oleh koalisi besar yang terdiri dari PDIP, HANURA, PKB, PPP, PERINDO, GELORA, BURUH, PKS, dan Partai Bulan Bintang.
Mereka membawa visi besar melalui program pembangunan semesta berencana melalui Bali Era Baru di Kabupaten Buleleng yang dikenal dengan Nangun Sad Kerthi Loka Bali.
Program kerja yang mereka tawarkan mencakup berbagai sektor penting, termasuk kesehatan, pendidikan, pangan, sandang, papan, jaminan sosial tenaga kerja, adat budaya, seni tradisi, dan pariwisata.
Visi dan misi ini telah mereka tuangkan dalam dokumen resmi yang diserahkan kepada KPU.
Calon Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra mengatakan, khusus dalam bidang kesehatan, pasangan ini berencana meningkatkan layanan dengan menambah tenaga medis di dua rumah sakit yang sudah ada, serta menyediakan ambulans gratis, termasuk ambulans jenazah.
Mereka juga berkomitmen untuk mempercepat penuntasan program Kartu Indonesia Sehat Sejahtera (KISS) yang saat ini masih belum optimal.
“Banyak masyarakat di Buleleng yang masih kesulitan dengan pelayanan kesehatan. Terlebih ambulan untuk jenazah dan gratis. Jadi Kami ingin menambah pengadaan untuk fasilitas itu ke depan,” ungkapnya usai melakukan pendaftaran.
Program berbeda yang ditawarkan oleh pasangan ini adalah "Mesadu," sebuah program yang dirancang untuk mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat yang akan dilaksanakan di rumah jabatan.
Selain itu, mereka juga memiliki program lanjutan di bidang pendidikan yang akan terus diperkuat.
“Nanti kegiatan ini bisa dilakukan di Rumah Jabatan Bupati, bila kami lolos. Harinya nanti ditentukan dan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya disana. Bebas menyampaikan keluh kesahnya,” kata Sutjidra.
Sementara itu, calon wakil bupati Buleleng, Gede Supriatna mengatakan, dalam sektor pertanian, mereka berencana memperkuat kedaulatan pangan dengan fokus pada hilirisasi hasil pertanian melalui penguatan Subak sebagai garda terdepan.
Mereka juga akan mengarahkan hasil pertanian ke sektor industri untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Buleleng.
“Kami juga sudah merancang itu agar semuanya terarah dengan baik,” ujarnya.
Untuk sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), Sutjidra-Supriatna akan mengoptimalkan pajak hotel, restoran, dan parkir, seiring dengan meningkatnya aksesibilitas ke Buleleng.
Mengenai rencana pembangunan Bandara Buleleng, mereka menyadari bahwa prosesnya akan memakan waktu yang panjang. Meskipun tidak menolak, pasangan ini ingin fokus pada program-program yang lebih pasti dan mendesak.
“Kalau soal bandara butuh proses yang panjang. Tidak bisa tergesa-gesa. Jadi kami garap yang pasti-pasti saja dulu untuk kepentingan masyarakat,” ujar Sutjidra.
Pasangan Sutjidra-Supriatna optimis dengan target kemenangan 65 persen dalam pilkada kali ini. Mereka menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara wilayah Buleleng Timur, Tengah, dan Barat, karena semua merupakan satu kesatuan.
“Kami tidak muluk-muluk. Dan kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang mungkin terganggu oleh prosesi pendaftaran di Jalan Kartini, Udayana, dan Ahmad Yani,” tutupnya. ***
Editor : Y. Raharyo