BALIEXPRESS.ID- DPRD Bangli menggelar rapat paripurna dengan agenda pengumuman fraksi-fraksi pada Senin (9/9/2024).
Namun, rapat yang dipimpin oleh Ketua DPRD Bangli sementara I Ketut Suastika terpaksa diskors (ditunda) karena Partai Golkar, yang secara aturan sudah bisa membentuk fraksi sendiri, belum menyetorkan nama fraksi dan kepengurusannya.
Rapat paripurna DPRD Bangli ditunda hingga 12 September 2024. Hal ini mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD.
Di sana diatur bahwa pengumuman fraksi harus dilakukan selambat-lambatnya satu bulan setelah pelantikan. Pelantikan DPRD Bangli sendiri dilaksanakan pada 12 Agustus 2024.
"Secara nyata kan ada segini (lima) anggota dewan dari Golkar, tapi secara resmi (fraksi) harus disampaikan kepada kami,” tegas Suastika.
Karena belum ada kejelasan dari Partai Golkar, rapat paripurna pun harus diskors. Padahal, dua fraksi lainnya, yakni PDIP dan Fraksi Restorasi Raya (gabungan anggota dewan dari Nasdem dan Gerindra), sudah menyetorkan struktur fraksinya.
PDIP telah menunjuk I Gusti Nyoman Bagus Triana Putra sebagai Ketua Fraksi, sementara Fraksi Restorasi Raya dipimpin oleh I Nengah Joko Arnawa.
Suastika menegaskan, jika hingga 12 September Partai Golkar belum menyetorkan nama dan kepengurusan fraksinya, DPRD akan menetapkan hanya dua fraksi, yakni PDIP dan Restorasi Raya.
Akibatnya, anggota dewan dari Partai Golkar tidak akan tergabung dalam fraksi, yang berdampak pada keterlibatan mereka di Alat Kelengkapan Dewan (AKD).
"Anggota dewan yang tidak tergabung dalam fraksi otomatis tidak bisa masuk AKD karena keanggotaan AKD berasal dari fraksi," jelas Suastika.
Untuk mengantisipasi hal ini, Suastika sudah melakukan komunikasi secara kelembagaan dan pribadi dengan anggota dewan dari Partai Golkar agar segera menyetorkan nama fraksi dan pengurusnya.
Salah satu anggota dewan dari Golkar, Ida Bagus Made Santosa, mengakui bahwa partainya belum menyerahkan nama fraksi beserta kepengurusannya.
"Saat ini, kami masih menunggu," ujarnya. (*)
Editor : I Made Mertawan