DENPASAR, BALI EXPRESS - Karateka Tim Garuda Emas kembali menoreh prestasi. Kali ini tim berlambang burung garuda berwarna emas ini sukses meraih peringkat kedua pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) 2 Karate Terbuka FORKI Bali tahun 2023. Dalam Kejuaraan yang dilaksanakan di GOR Lila Bhuana 24-26 November 2023, tim Garuda Emas harus bersaing dengan 1300 Karateka dari 73 kontingen dan harus mengakui keunggulan Tim Lemkari Bali yang merupakan Juara Bertahan tahun lalu.
Tim Karateka Garuda Emas yang merupakan gabungan Karateka INKAI dari Klungkung, Gianyar, Buleleng, Jembrana berhasil meraih 14 Emas 7 Perak dan 8 Perunggu serta bertengger di peringkat 2 akhir perebutan medali. Sedangkan juara umum kali ini, Tim Lemkari Bali yang merupakan juara bertahan sukses merebut 20 Emas, 10 Perak dan 13 perunggu.
Raihan medali Garuda Emas yang personilnya adalah penggiat dan simpatisan INKAI Bali didominasi sumbangan emas dari Karateka INKAI Buleleng dengan raihan 6 Emas. Yang mengagumkan salah satu Karateka Garuda Emas, Anak Agung Istri Laksmi Pujantari atau yang lebih akrab disapa Gung Ami berhasil meraih 2 medali Emas yakni di nomor Kata dan Kumite kategori Pra Pemula Putri serta berhasil meraih hadiah bonus sebesar 2.5 juta rupiah dari panitia karena berhasil meraih medali di kategori yang diikuti peserta terbanyak yakni Kata Perorangan Pra Pemula Putri.
Kontribusi 6 emas INKAI Buleleng tak terlepas dari arahan pelatih hebat INKAI Bali Utara ini dibawah arahan Sensei Putu Arga, Sensei I Komang Astita, Sensei Subagiasa dan Komandan Lapangan Sensei Made Arsana.
Manajer Tim Garuda Emas, Anak Agung Gde Bagus Mahendra Putra mengaku bangga dengan perjuangan Karateka muda INKAI Bali yang tergabung dalam Tim Garuda Emas. “Semangat anak-anak ini memacu kita para pembina dan pelatih untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Kekuatan Garuda Emas ada pada keikhlasan, ketulusan dan semangat juang pantang menyerah untuk menggapai prestasi emas dengan sportivitas,” tegas pria yang akrab disapa Gung Mahendra tersebut.
Ditambahkannya jika pihaknya juga merasa nyaman bekerja sama prestasi dengan pelatih-pelatih Garuda Emas yang memiliki sinergitas dan soliditas luar biasa. "Melihat perjuangan pelatih tulus dan hebat Garuda Emas seperti Kadek Slonong Arsana, Budi Kertiyasa, Bun Suriasih, dan Ketut Mastra menggugah semangat, bahkan I Putu Deddy Mahardika Kepala Pelatih GARUDA EMAS yang mantan pelatih Timnas Indonesia Kejuaraan Dunia WKF 2015 dan Kejuaraan Asia AKF 2016 tidak canggung membimbing anak usia dini dan mengawal si anak tersebut di pinggir tatami,” tandasnya.
Sementara itu, Pengarah Teknis Tim Garuda Emas I Putu Deddy Mahardika juga tutur berbangga atas perjuangan Tim Pelatih dan Karateka Garuda Emas. "Melihat performa anak-anak INKAI Bali yang tergabung Garuda Emas seperti ini saya optimis kita mampu menyiapkan Coky dan Krisna berikutnya sebagai peraih Emas,” ungkap pria yang akrab dipanggil Sensei Deddy.
Ditambahkannya jika sepanjang sejarah keikutsertaan Bali cabang olahraga Karate pada pelaksanaan PON, Bali sukses meraih emas pertama kali saat Coky meraih emas pada PON 2016 Bandung yang kemudian dipertahankan pada 2021 saat PON Papua diikuti adik satu dojo Coky di Dojo Garing Kerti Negara Bali, Kadek Krisna Dwi Antara yang meraih emas di ajang yang sama. Coky dan Krisna sendiri adalah murid generasi akhir almarhum sensei I Ketut Suriata, pelatih INKAI yang terkenal bertangan dingin membina anak didikannya. (*)