BALIEXPRESS.ID - Pengamat sepakbola Indonesia, Tommy Welly atau Bung Towel tampaknya tidak akan mundur atau kapok dengan hinaan, cacian, hingga pelemparan botol terhadapnya lantaran kerap mengkritik pelatih Timnas Indonesia Shin Tae yong.
Bung Towel baru saja mendapat 'penghinaan' saat acara nobar Timnas Indonesia vs Filipina di Stadion Jakarta Internasional Stadion (JIS) pada Selasa malam.
Saat itu, Bung Towel dilempar botol dari arah kerumunan penonton sembari mengatainya ucapan yang tidak pantas.
Di video, Bung Towel tak terlihat merespon tindakan tersebut pelemparan botol.
Justru salah satu MC kemudian membentak oknum penonton yang melakukan pelemparan tersebut.
Dipantau di instagram pribadinya, Bung Towel merespon hal tersebut dan tetap bersyukur atas tindakan itu.
"Tetap bersyukur. Pengalaman baru seumur hidup dilempari penonton nobar," kata Bung Towel lewat Instagram story nya.
Kemudian beberapa waktu berselang, Bung Towel kembali mengunggah di insta story dengan mengutip kata-kata yang pernah diucapkan mantan Presiden Indonesia, B.J Habibie.
"Ketika seseorang menghina anda, itu adalah sebuah pujian bahwa selama ini mereka menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan anda, bahkan ketika anda tidak memikirkan mereka," tulisnya.
Tommy Welly sendiri saat ini merupakan sosok kontroversial di mata fans sepakbola Indonesia.
Komentarnya kerap mengkritik perkembangan Timnas Indonesia saat dilatih Shin Tae-yong.
Dia menganggap Shin Tae yong terlalu dimanjakan Ketum PSSI Erick Thohir. Salah satunya diberikan banyak pemain naturalisasi yang bagus-bagus.
Sehingga dia menganggap prestasi Timnas Indonesia bukan semata oleh Shin Tae yong, melainkan karena Ketum PSSI Erick Thohir yang menambah banyak pemain naturalisasi, dan karena pemain naturalisasi yang bagus kualitasnya.
Menurut Bung Towel, Shin Tae yong tidak istimewa. Sebab, dia menganggap pelatih lain bisa memberikan prestasi lebih baik dari Shin Tae yong jika komposisi pemain Timnas Indonesia banyak terdapat pemain bagus, terutama dari naturalisasi.
Selain itu, dia juga menuding Shin Tae yong menganggap sebelah mata Liga 1 dan menuding STY tidak memantau Liga 1. Alhasil, menurut dia banyak potensi pemain bagus di Liga 1 tidak dipanggil ke Timnas Indonesia. ***
Editor : Y. Raharyo