BALIEXPRESS.ID – Bali United kembali menelan hasil yang kurang memuaskan. Setelah kalah dua kali beruntun di pekan ke-10 dan ke-11, asuhan Stefano Cugurra (Teco) meraih hasil imbang saat menjamu PSM Makassar di pekan ke-13 Liga 1 2024/2025 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu 7 Desember 2024.
Hasil seri 1-1 saat melawan PSM itu dinilai hal yang mengecewakan bagi Semeton Dewata.
Menurut mayoritas fans di media sosial, hasil imbang itu serasa kalah, terlebih terjadi di depan mata sendiri atau di Stadion Dipta.
Bahkan, Serdadu Tridatu nyaris kalah jika M. Rahmat tak mencetak gol penyama kedudukan di menit-menit akhir.
Kekecewaan fans pun dilampiaskan di media sosial, khususnya Instagram Bali United (@baliunitedfc).
Faktor yang menyebabkan adalah inkonsistensi klub serta gaya bermain yang monoton dari pekan ke pekan.
Pelatih Stefano Cugurra tetap menjadi sosok yang disalahkan oleh suporter.
Bahkan mereka kembali menyuarakan agar manajemen segera memecat pelatih asal Brasil tersebut.
“Yang dulu stadion Dipta dikenal ‘angker’ dan tim tamu susah untuk menang, sekarang malah jadi tempat latihan para tim tamu,” kelakar akun @rikkoaditya_.
“Udah kehilangan marwahnya ini tim, terutama saat banyak ditinggal pemain penting seperti Platje, Nouri, Pacheco, dan yang paling gua sesali adalah kepergian Lilipaly seorang pemimpin icon klub dan jantung serangan tim. Ini malah dilepas begitu saja dan seluruh fans pasti tau siapa sosok di balik kepergian Fano, dia adalah Teco yang emang sering bermasalah dengan pemain,” beber akun @riquipuig.fcb.
“Harus ganti pelatih, pemilihan posisi pemain sering salah dan pemain asing lebih banyak yang kurang kontribusi,” tulis akun @ambharagymbali sembari men-tag akun CEO Bali United, Yabes Tanuri.
Sisanya, supporter online menyuarakan pelatih Stefano Cugurra segera didepak karena seringnya mengalami inkonsistensi. (*)
Editor : Nyoman Suarna