BALIEXPRESS.ID - Nama Patrick Kluivert kini semakin Santer terdengar sebagai kandidat pelatih Timnas Indonesia, menggantikan Shin Tae-yong.
Setelah keberhasilan Shin Tae-yong membawa Timnas Indonesia ke babak ketiga kualifikasi Piala Dunia Zona Asia, Patrick Kluivert, mantan pemain legendaris asal Belanda, mencuat sebagai calon yang patut diperhitungkan.
Dengan segudang prestasi, apakah Kluivert layak memimpin skuad Garuda.
Berikut profil singkat Patrick Kluivert:
Nama Lengkap: Patrick Stephan Kluivert
Tanggal Lahir: 1 Juli 1976
Tempat Lahir: Amsterdam, Belanda
Posisi: Penyerang
Tinggi: 1,91 m
Nomor Punggung: 9 (LOSC Lille)
Pasangan: Rossana Lima (m. 2008)
Anak: Justin Kluivert, Shane Patrick Kluivert, Ruben Kluivert, Quincy Kluivert.
Tim yang Dilatih: Adana Demirspor (2023)
Karier Sebagai Pemain: Ajax Amsterdam, AC Milan, Barcelona, Newcastle United, Valencia, PSV Eindhoven, Lille
Patrick Kluivert dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik Belanda yang pernah bermain untuk tim nasional dari 1994 hingga 2004.
Ia memulai karier cemerlangnya di Ajax Amsterdam, dan menjadi bintang saat mencetak gol kemenangan di final Liga Champions UEFA 1995 melawan AC Milan pada usia 18 tahun.
Selama karier internasionalnya, Kluivert berhasil mencetak 40 gol dalam 79 laga untuk Timnas Belanda, sebuah rekor yang akhirnya dipatahkan oleh Robin van Persie pada 2013.
Di level klub, ia memperkuat sejumlah tim top Eropa, termasuk AC Milan, Barcelona, dan Newcastle United, serta mencatatkan 206 gol dari 479 penampilan di berbagai kompetisi.
Setelah pensiun sebagai pemain, Kluivert beralih ke dunia kepelatihan.
Pada 2008-2009, ia mulai berkarier sebagai pelatih striker di AZ Alkmaar.
Pada 2010, ia sempat menjadi asisten manajer Brisbane Roar di Liga Utama Australia, meski kariernya di sana hanya berlangsung enam bulan.
Kluivert kembali ke Belanda, melatih NEC Nijmegen, dan kemudian menjabat sebagai pelatih FC Twente U21.
Ia juga menjadi asisten manajer Timnas Belanda di bawah Louis van Gaal pada 2012 dan turut membawa Belanda finis di peringkat tiga Piala Dunia 2014 di Brasil.
Pada 2015, Kluivert memulai kariernya sebagai pelatih utama Timnas Curacao.
Meskipun hasilnya tidak memuaskan, ia terus memperluas pengalaman kepelatihan dengan menjadi penasihat strategi Timnas Curacao, serta menjabat Direktur Olahraga di PSG pada 2016-2017.
Selain itu, ia sempat menjadi manajer akademi Barcelona dari 2019 hingga 2021.
Karier kepelatihan Kluivert berlanjut di Adana Demirspor, klub Liga Turki, pada awal musim 2023/2024.
Sayangnya, kariernya di Turki hanya berlangsung singkat, berakhir pada Desember 2023 setelah mencatatkan 8 kemenangan, 6 seri, dan 6 kekalahan.
Saat ini, Kluivert belum melatih klub mana pun, namun namanya semakin sering disebut-sebut sebagai kandidat pelatih Timnas Indonesia.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa Kluivert adalah salah satu kandidat yang masuk dalam radar PSSI.
Pengumuman resmi mengenai pelatih baru pengganti Shin Tae-yong dijadwalkan pada 11 atau 12 Januari 2025.
Dengan rekam jejak yang luas di dunia sepak bola internasional, baik sebagai pemain maupun pelatih, Patrick Kluivert memiliki pengalaman yang cukup untuk memimpin Timnas Indonesia menuju prestasi yang lebih tinggi.
Apakah ia akan menjadi pelatih berikutnya yang membawa Garuda terbang lebih tinggi? Kita tunggu saja pengumuman resmi dari PSSI. (*)
Editor : Nyoman Suarna