BALIEXPRESS.ID - Debut Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia diwarnai pil pahit. Dalam laga lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Kamis (20/3), Indonesia tak berdaya menghadapi Australia dan harus rela dipermalukan dengan skor telak 1-5 di kandang lawan.
Eks striker Timnas Belanda itu memimpin skuad Garuda menghadapi tantangan berat di pertandingan perdananya.
Namun, Maarten Paes dan kawan-kawan gagal mengimbangi permainan cepat Tim Kanguru.
Martin Boyle, Nishan Velupillay, Jackson Irvine, dan Lewis Miller mencetak gol bagi Australia, sementara satu-satunya gol balasan Indonesia lahir dari kaki Ole Romeny di menit ke-78.
Indonesia Merosot, Suporter Rindu Shin Tae-yong
Kekalahan telak ini membuat Timnas Indonesia semakin terpuruk di Grup C, merosot ke peringkat kelima akibat selisih gol yang buruk.
Harapan untuk finis di dua besar dan meraih tiket langsung ke Piala Dunia 2026 pun semakin menipis.
Baca Juga: Nama Shin Tae-yong Menggema di Australia Saat Timnas Indonesia Dikalahkan Tuan Rumah 1-5
Menariknya, di tengah derita kekalahan, suara pendukung Garuda justru menggema menyebut nama Shin Tae-yong.
Pelatih asal Korea Selatan itu memang meninggalkan jejak emas selama membesut Timnas Indonesia.
Ia sukses membawa Garuda lolos ke 16 besar Piala Asia 2023, menjadi runner-up Piala AFF 2020, hingga menorehkan sejarah dengan membawa Indonesia ke semifinal Piala Asia U-23 dan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia.
Bandingkan dengan debut Patrick Kluivert yang berakhir mengenaskan, wajar jika banyak fans mulai mempertanyakan apakah ia mampu menyamai pencapaian STY.
Baca Juga: Komentar Shin Tae-yong setelah Timnas Indonesia Dibantai Australia 1-5: Sebut Hanya Satu Kekurangan
Patrick Kluivert Tak Mau Menyerah!
Menanggapi kekalahan telak ini, Kluivert tetap berusaha optimis. Ia mengungkapkan bahwa hasil pertandingan bisa saja berbeda andai Kevin Diks sukses mengeksekusi penalti di babak pertama.
"Jika penalti itu masuk, jalannya pertandingan akan sangat berbeda. Saya pikir kami bertarung seperti singa dan tidak menyerah. Saya kecewa bukan hanya untuk kami, tapi juga untuk semua yang telah mendukung kami," ujar Kluivert kepada Al Jazeera.
Kini, pelatih asal Belanda itu dihadapkan pada laga hidup dan mati.
Timnas Indonesia akan menghadapi Bahrain pada Selasa (25/3), sebuah pertandingan yang wajib dimenangkan jika ingin menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Timnas Indonesia Dibantai Australia 1-5, Dukungan Erick Thohir ke Kluivert Tuai Sorotan
Mampukah Patrick Kluivert membuktikan dirinya? Atau justru tekanan akan semakin besar dan membuatnya gagal merebut hati suporter Garuda? ***
Editor : I Putu Suyatra