BALIEXPRESS.ID - Ole Romeny mencetak gol debutnya bersama Timnas Indonesia saat menghadapi Australia dalam lanjutan Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Sydney Football, Kamis (20/3).
Namun, sayangnya, gol itu tak cukup untuk menyelamatkan Garuda dari kekalahan telak 1-5.
Debut Spesial, Hasil Mengecewakan
Turun sebagai salah satu pemain keturunan yang baru memperkuat Indonesia, Ole Romeny langsung mencuri perhatian dengan gol perdananya.
Selain Romeny, Timnas Indonesia juga menurunkan Dean James dalam laga ini.
Meski hasilnya mengecewakan, momen spesial tetap dirasakan Romeny yang sukses mencetak gol di laga debutnya bersama skuad Garuda.
"Sebuah kehormatan besar untuk melakukan debut saya untuk Indonesia. Saya selalu berusaha sebaik mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi tim. Mencetak gol tentu menyenangkan, tetapi saya merasa sangat kecewa dengan hasil pertandingan," ujar Romeny usai laga.
Jersey Timnas Indonesia Jadi Sorotan! Spill Jatah Pemain Terungkap
Menariknya, sebelum pertandingan dimulai, Ole Romeny sempat membagikan momen di Instagram dengan mengunggah foto jerseynya.
Baca Juga: Timnas Indonesia Dibantai Australia 1-5! Ranking FIFA Terancam, Malaysia Siap Salip?
Jersey Timnas Indonesia produksi Erspo itu bernomor punggung 10 dan berlengan panjang.
Namun, yang mengejutkan, dalam unggahan tersebut terlihat ada dua jersey yang disediakan untuknya.
Setiap pemain Timnas Indonesia ternyata mendapatkan dua pasang jersey untuk setiap pertandingan, lengkap dengan jersey pre-match, celana, dan kaos kaki.
Sistem ini berbeda dengan saat Timnas masih bekerja sama dengan apparel sebelumnya, Mills, yang memberikan tiga set jersey untuk setiap pemain dalam satu laga.
"Kalau set (jersey dan celana), per pemain dapat jatah tiga. Home tiga, away tiga," ungkap desainer jersey Timnas Indonesia, Fajar Ramadhan, saat dikonfirmasi oleh JawaPos.com.
Meski hal ini menjadi sorotan, fokus utama tetap tertuju pada performa Timnas Indonesia yang harus segera bangkit di laga berikutnya.
Jalannya Laga: Garuda Kuasai Bola, Australia Lebih Mematikan
Timnas Indonesia sebenarnya memulai laga dengan cukup baik. Di babak pertama, Garuda bahkan mencatatkan 64% penguasaan bola.
Sayangnya, efektivitas serangan Australia jauh lebih tinggi. Martin Boyle membuka keunggulan lewat penalti pada menit ke-18, disusul gol cepat Nishan Velupillay dua menit kemudian.
Tak berhenti di situ, Jackson Irvine memperbesar keunggulan menjadi 3-0 di menit ke-34.
Meski Indonesia berusaha bangkit, lini belakang Australia yang dikawal Mat Ryan tampil solid dan sulit ditembus.
Memasuki babak kedua, Australia semakin tak terbendung. Craig Goodwin menambah penderitaan Garuda lewat sundulan di menit ke-61.
Indonesia akhirnya mendapatkan gol hiburan melalui Ole Romeny di menit ke-78, memanfaatkan umpan dari Kevin Diks.
Namun, Irvine kembali mencetak gol di pengujung laga, memastikan kemenangan telak 5-1 bagi Socceroos.
Laga Hidup Mati vs Bahrain! Mampukah Timnas Bangkit?
Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Timnas Indonesia yang harus segera berbenah, baik dari segi taktik maupun mental bertanding.
Selanjutnya, skuad asuhan Patrick Kluivert akan menjamu Bahrain di Stadion Gelora Bung Karno pada Selasa (25/3) malam WIB.
Laga ini menjadi ujian berat bagi Indonesia. Jika kembali menelan hasil buruk, posisi Timnas bisa semakin terpuruk, bahkan terancam disalip Malaysia dalam ranking FIFA.
Apakah skuad Garuda mampu bangkit dan membuktikan kualitasnya, atau justru semakin terpuruk di bawah kepemimpinan Kluivert? Jawabannya akan segera terungkap! ***