Sosok Ricky Kambuaya: Kisah Bangkitnya Jenderal Lini Tengah Timnas Indonesia dari Keterpurukan!
I Putu Suyatra• Sabtu, 7 Juni 2025 | 17:17 WIB
Ricky Kambuaya saat membela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram @richardo_r55)
BALIEXPRESS.ID – Nama Ricky Kambuaya kini kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola tanah air. Gelandang asal Sorong ini baru saja tampil gemilang, menjadi kunci kemenangan krusial Timnas Indonesia saat menaklukkan Tiongkok.
Namun, di balik sorotan itu, ada perjalanan berliku yang membuktikan ketangguhan seorang Ricky Kambuaya.
Dari meniti karier dari bawah, hingga sinarnya yang sempat meredup, kini ia kembali menjadi andalan Garuda!
Dari Liga 2 ke Puncak Bersama Persebaya: Kilau Awal Sang Gladiator
Perjalanan Ricky Kambuaya menuju puncak tidaklah semulus yang dibayangkan.
Ia meniti karier profesionalnya dari Liga 2 bersama PSMP Mojokerto Putra.
Namanya mulai mencuri perhatian ketika bergabung dengan Persebaya Surabaya pada musim 2019/2020.
Di tangan dingin pelatih Aji Santoso, Ricky yang sebelumnya bermain di PSS Sleman, menjelma menjadi gelandang bertalenta tinggi.
Momen paling berkesan adalah saat Piala Gubernur Jatim 2020. Ricky mencetak gol penting ke gawang Persija Jakarta di final, yang membawa Persebaya Surabaya meraih gelar juara di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada 20 Februari 2020.
Bermain penuh determinasi, Ricky menunjukkan kualitas sebagai pengatur tempo sekaligus pemecah ritme lawan.
Aji Santoso pun tak segan memuji konsistensi performa anak asuhnya itu.
Dengan kreativitas tinggi dan kekuatan fisik yang mumpuni, Ricky menguasai lini tengah Green Force.
Ia tak hanya rajin membantu serangan, tapi juga disiplin memutus permainan lawan.
Gol bersejarah pertamanya untuk Persebaya itu, yang berawal dari skema sepak pojok Irfan Jaya yang kini berseragam Bali United, ia persembahkan untuk Bonek, Bonita, dan keluarga tercinta.
Momen tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya, memicu tekad Persebaya untuk memburu gelar juara Liga 1 dan ASEAN Club Championship.
Selama membela Persebaya Surabaya, Ricky mencatatkan statistik mentereng dengan 25 penampilan, 6 gol, dan 2 assist, membuktikan warisannya yang tak terlupakan meskipun kini ia telah hijrah ke Dewa United setelah sempat menjadi bagian penting Persib Bandung.
Sempat Meredup di Era Shin Tae-yong, Kini Kembali Bersinar di Bawah Kluivert!
Performa impresif di klub membuat Ricky tak luput dari radar Timnas Indonesia.
Namun, sinarnya sempat meredup di era pelatih Shin Tae-yong, di mana ia jarang mendapatkan menit bermain reguler.
Pada pertandingan tersebut, Ricky mencatat satu dribel sukses, satu umpan kunci, satu tembakan, dan enam kali memenangi duel.
Statistik yang memperlihatkan betapa besarnya pengaruhnya di lapangan.
Kluivert pun tak segan memberikan pujian di konferensi pers, menyebut Ricky bermain fantastis dan selalu bermain dengan hati besar meski dikenal sebagai sosok pemalu.
Momen lawan Tiongkok ini menjadi comeback gemilang bagi Ricky setelah dua tahun tak menjadi starter.
Terakhir ia tampil sejak menit awal bersama Timnas terjadi saat melawan Filipina pada 2023 di Manila.
Kini, Ricky Kambuaya menjadi andalan baru dalam proyek besar Kluivert membawa Garuda melangkah lebih jauh di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Indonesia telah memastikan tempat di ronde keempat usai mengunci 12 poin di Grup C.
Dengan semangat pantang menyerah dan kerja keras yang terus ia tunjukkan, Ricky menjadi simbol perjuangan anak bangsa yang tak pernah menyerah.