Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tagar Kluivert dan Erick Thohir Out Menggema, Publik Murka Usai Timnas Gagal ke Piala Dunia 2026

I Made Mertawan • Minggu, 12 Oktober 2025 | 15:53 WIB
Timnas Indonesia haru mengubur mimpi tampil Piala Dunia 2026 setelah takluk dari Irak.
Timnas Indonesia haru mengubur mimpi tampil Piala Dunia 2026 setelah takluk dari Irak.

BALIEXPRESS.ID- Kekecewaan publik pecah di dunia maya begitu Timnas Indonesia dipastikan gagal melangkah ke Piala Dunia 2026. 

Seruan angkat kaki untuk pelatih Patrick Kluivert dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir menggema di lini masa X (Twitter), seolah jadi simbol ledakan emosi para pencinta Garuda.

Kegagalan itu datang usai Indonesia menelan kekalahan 0-1 dari Irak pada laga kedua Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Minggu (12/10/2025) dini hari WIB.

Gol tunggal Zidane Iqbal pada menit ke-76 di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, menjadi penentu nasib pahit itu.

Dengan hasil tersebut, Indonesia terbenam di dasar klasemen tanpa satu pun poin dari dua pertandingan.

Harapan untuk tampil di pentas dunia pun sirna dan publik tak bisa menahan amarahnya.

Hanya dalam hitungan jam, dua tagar: #KluivertOut dan #ErickOut melesat ke jajaran trending topic.

Lebih dari 17 ribu unggahan menyebut nama Kluivert, disusul sekitar 7 ribu cuitan yang menyorot Erick Thohir.

Bagi banyak warganet, Patrick Kluivert dinilai gagal total menjadi penerus Shin Tae-yong yang dianggap sukses membangun fondasi kuat Timnas.

Penunjukan mantan legenda Belanda itu pada Januari 2025 kini dianggap keputusan yang salah arah.

“Memang masih mimpi ya Piala Dunia~ terima kasih loh yang katanya tim kepelatihan terbaik itu udah menghancurkan asa impian tersebu,” tulis seorang pengguna X.

Tak hanya Kluivert, Erick Thohir juga ikut jadi sasaran kritik tajam. Banyak yang menilai keputusan mengganti pelatih di tengah jalan sebagai langkah blunder.
“Keputusan mengganti pelatih di tengah jalan adalah blunder terbesar," kata akun yang menyalahkan federasi,” tulis akun lainnya.

Kontroversi pergantian Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert memang sejak awal memicu perdebatan.

Sebagian besar penggemar menilai langkah itu terburu-buru dan tidak mempertimbangkan karakter serta filosofi permainan yang sudah dibangun sebelumnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#timnas indonesia #erick thohir #Piala Dunia #Kluivert