Teba Majelangu sendiri merupakan gabungan dua kata. Teba artinya halaman belakang, dan Majelangu adalah sebuah nama kerajaan masa lampau di Kesiman. Kemudian ikon utamanya adalah semut dengan mengambil filosofinya yakni gotong royong dan bekerja keras.
Menurut Perbekel Desa Kesiman Kertalangu, I Made Suena, Minggu (5/1), Teba Majelangu ini bukan sekadar wadah yang dibuat menjadi desa wisata untuk dinikmati pemandangannya, namun terdapat edukasi di dalamnya. Sehingga banyak pengunjungnya diantaranya merupakan anak-anak kecil terutama PAUD.
“Kenapa banyak PAUD, karena mereka diperkenalkan tentang dunia pertanian atau persawahan sejak dini. Ada juga murid SMP. Kami juga bekerjasama dengan guru dan sekolah yang ada di wilayah Kesiman atau Denpasar Timur. Selain berekreasi, mereka dapat pengalaman bagaimana kehidupan pertanian di Bali,” ujar Suena.
Yang paling unik disebutkannya adalah masih digarapnya sawah dengan sistem tradisional. “Masih tradisional semuanya, salah satu yang ikonik tentunya membajak sawah menggunakan sapi,” tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan, Desa Budaya Kesiman Kertalangu ini dikelola oleh Bumdes Kertha Sari Utama Desa Kesiman Kertalangu. Bahkan, Bumdes ini sendiri pada tanggal 2 Februari 2023 lalu mendapat penghargaan nasional dalam lomba Bumdes Inspiratif Kategori Unik dan Inovatif. “Yang membuat unik itu adalah mengelola unit desa wisata dengan 18 hektare lahan pertanian yang masih aktif dan menjadi sarana edukasi itu,” tandasnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya