BALI EXPRESS - Di tengah hiruk-pikuk kota Denpasar, terdapat sebuah tempat kuliner yang menjadi tempat nongkrong asik bagi pecinta kuliner dan penggemar alam.
Uniknya, tempat kuliner ini bernuansa seperti Ubud dengan view sawah yang hijau dan sejuk.
Namanya Rumka Bali, berlokasi di Jalan Kaswari, Penatih, Denpasar Timur, Bali.
Rumka Bali merupakan tempat kuliner yang tersembunyi di pinggir sawah, menawarkan tempat makan dan nongkrong yang nyaman dengan suasana yang tenang dan damai.
Dikelilingi oleh pepohonan dan tanaman hijau, tempat ini memberikan suasana yang menyegarkan dan menenangkan bagi para pengunjungnya.
Di Rumka Bali, ada banyak spot duduk dengan pemandangan di sekitar yang cantik banget.
Jadi, kalian bisa bebas pilih mau duduk di mana.
Tempatnya yang luas juga membuatnya ideal untuk berbagai acara, mulai dari birthday party, arisan, reuni, hingga kumpul keluarga.
Tidak hanya suasana yang menakjubkan, Rumka Bali juga menawarkan kuliner yang lezat.
Menu yang tersedia di Rumka Bali sangat beragam dan pastinya enak-enak semua.
Seperti olahan masakan ikan gurame, cumi, nasi goreng, olahan ayam, rice bowl, pasta, salad, dan aneka snack. Minumannya juga menyegarkan.
Untuk harganya masih terjangkau isi kantong, yaitu mulai dari Rp20.000.
Dengan harga tersebut, kalian sudah bisa kulineran cantik sambil menikmati pemandangan sawah yang indah.
Tak hanya itu, fasilitas yang disediakan juga lengkap dan memadai.
Ada free akses wifi, toilet, playground untuk anak-anak, dan parkiran yang luas untuk motor dan mobil.
Rumka Bali juga memberikan pengalaman nongkrong yang unik saat malam hari yang dilengkap areal api unggun.
Untuk jam buka, Rumka Bali buka setiap hari mulai pukul 11.00-23.00 Wita.
Bayangkan betapa serunya menikmati makanan lezat sambil duduk di sekitar api unggun, berbagi cerita dan tawa bersama keluarga atau teman.
Pasti akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan!
Jadi, jika kalian sedang mencari tempat yang nyaman untuk berkumpul bersama keluarga atau teman, Rumka Bali adalah pilihan yang tepat.
Ni Made Ayu Suci Karuna Putri*
* Penulis adalah mahasiswa magang Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.
Editor : Nyoman Suarna