BALIEXPRESS.ID - Bagi pecinta komik, novel, dan ketenangan, Book Cafe di Denpasar adalah tempat yang wajib dikunjungi. Kafe ini memiliki koleksi komik yang sangat banyak, membuat pengunjung bisa membaca sambil menikmati makanan dan minuman yang tersedia.
Saat pertama kali masuk, nuansa tahun 90-an sangat terasa, menghidupkan kembali kenangan masa kecil yang penuh dengan bermain video game, mobil tamiya, dan menonton anime.
Tempatnya di Rumah Momo, di Jalan Drupadi III Nomor 1A, Renon, Denpasar. Kafe ini buka dari jam 11 pagi sampai jam 11 malam.
Tidak hanya berfokus pada konsep interior, menu makanan di Book Cafe juga sangat diperhatikan.
Menu makanan yang tersedia dapat dinikmati oleh semua orang, dan rasa makanannya dijamin tidak mengecewakan. Salah satu menu yang menjadi favorit adalah Ubi Cilembu, yang memiliki rasa yang sangat enak dan membuat ketagihan.
Selanjutnya, ada sebuah ruang tamu penuh kehangatan di @rumahmomo_ yang berada di lantai dasar Sari Gading Suite.
Ruang tamu ini sangat nyaman untuk berbincang-bincang atau menyendiri sambil membiarkan imajinasi hanyut dalam berbagai cerita dari puluhan novel yang tersimpan rapi dalam kabinet.
Buku menjadi elemen penting di sini, dan pencahayaan yang tepat membuat desain yang sederhana terlihat lebih hidup dan elegan. Selain ruang indoor, terdapat juga area duduk outdoor.
Kopi di Rumah Momo sangat cocok untuk ngopi sore. Rasa kopi yang fruity tetap terasa jelas dalam secangkir piccolo, tanpa rasa terlalu kuat. Aftertastenya juga nyaman, tanpa meninggalkan rasa pahit atau eneg. Kopi ini sangat serasi dipasangkan dengan sandwich ham, egg & cheese.
Di Rumah Momo, tersedia novel-novel impor, non fiksi berbahasa Inggris dan Indonesia, buku anak, hingga beragam komik yang sukses membangkitkan nostalgia masa muda.
Tidak seperti cafe pada umumnya di Bali, tempat ini terlihat seperti rumah sederhana di pedesaan dengan pagar bambu, dinding bata ekspos, model kusen, hingga furniturnya yang menambah suasana pedesaan yang kental.
Elemen-elemen nostalgia seperti koleksi novel dan komik zaman dulu, koleksi barang elektronik zaman dulu, sepeda ontel, dan lainnya membuat pengunjung merasa seperti pulang kampung.
Tempat ini tidak menggunakan AC, udara bersirkulasi melalui pintu, jendela, dan lubang-lubang ventilasi. Cahaya alami juga masuk melalui celah-celah, terutama saat matahari sore. Kopi di sini enak namun ramah di kantong, dan tersedia berbagai menu makanan dan cemilan. ***
Editor : Y. Raharyo