BALIEXPRESS.ID- Pulau Serrangan di pesisir Selatan Kota Denpasar tidak saja dikenal sebagai salah satu destinasi wisata spiritual dan wisata kuliner saja.
Pulau Serangan ternyata memiliki beberapa spot untuk aktivitas wisata Pendidikan, salah satunya adalah Turtle Conservation Education Centre (TCEC) Serangan.
Lokasi tempat ini, tidaklah sulit dicapai, begitu masuk ke areal Pulau Serangan, pengunjung cukup mengikuti jalan utama yang ada di Pulau Serangan sampai ke dermaga utama Pulau.
Selanjutnya belok kanan dan terus ikuti jalan di sepanjang loloan Serangan hingga 300 meter.
setelah itu, di sisi kanan akan terlihat terlihat papan nama dengan patung Penyu besar, itulah lokasi Turtle Conservation Education Centre Serangan.
Made Sukanta, pengelola Turtle Conservation education Centre Serangan mengatakan TCEC Serangan menjadi salah satu obyek wisata alternatif bagi wisatawan yang datang ke Pulau Bali.
“Keberadaan Turtle Conservation Education Centre Serangan ini saat ini menjadi salah satu obyek wisata alternatif bagi wisatawan yang datang ke Bali,” jelasnya.
Di Turtle Conservation Education Centre Serangan ini ada dua pilihan kegiatan, yakni wisatawan bisa datang hanya untuk berwisata saja dan ada juga aktivitas wisata pendidikannya.
Untuk aktivitas wisata Pendidikan ini, wisatawan akan diajak berpartisipasi dalam beberapa aktivitas yang biasa dilakukan oleh staf TCEC.
Seperti, memberi makan penyu, memindahkan bayi penyu (tukik) dari areal penetasan ke kolam karantina hingga membersihkan kolam karantina.
“Biasanya yang datang untuk melakukan aktivitas wisata jenis ini adalah anak sekolah yang ada Kota Denpasar ataupun yang ada di luar kota Denpasar,” jelasnya.
Untuk aktivitas wisata ini, para peserta akan dikenakan biaya sesuai dengan paket wisata yang dibelinya, dengan kisaran harga mulai dari Rp 25 ribu sampai dengan Rp 100 ribu per anak.
Untuk penyu yang dirawat di TCEC Serangan disebutkan Sukanta saat ini hanya ada tiga jenis penyu yang dirawat.
Yakni, penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), dan penyu hijau (Chelonia midas).
Editor : IGA Kusuma Yoni