BALIEXPRESS.ID – Pantai Karang di Sanur bukan hanya destinasi wisata dengan pemandangan indah, tetapi juga surga kuliner unik.
Salah satu sajian yang mencuri perhatian adalah bubur kuah dan tipat kuah khas Dewa Raka, seorang pedagang asal Gianyar.
Dengan harga terjangkau dan cita rasa yang khas, usaha bubur kuah yang dinamai Bubur Bali Gacor ini berhasil menarik pembeli dari berbagai kalangan, termasuk wisatawan lokal maupun mancanegara.
Baca Juga: Nilai Pasar Rizky Ridho Tertinggi di Liga 1 Musim Ini
Dewa Raka memulai usahanya pada November 2019, saat pandemi COVID-19 mulai memengaruhi berbagai sektor, termasuk pekerjaannya di hotel sebagai kitchen staff.
"Sebelumnya saya kerja di hotel di bagian kitchen, tapi tahun 2022 saya kena PHK karena ada renovasi hotel. Akhirnya saya memutuskan jualan bubur kuah dan tipat kuah," ungkap Dewa Raka saat ditemui di lokasi usahanya, Sabtu (28/12).
Bubur kuah racikan Dewa Raka merupakan perpaduan unik antara bubur Bali asli dan variasi ala Gianyar.
Baca Juga: Udayana Dilantik Jadi Ketua IDI Cabang Bangli 2024–2027, Fokus Perbanyak Program Sosial
"Kalau bubur Bali biasanya pakai kelapa, urap, dan telur saja. Sementara dari Gianyar, buburnya pakai serundeng dan bumbu kaples. Bubur Denpasar kan nggak pakai serundeng. Saya coba campur, supaya cocok untuk semua pelanggan," jelasnya.
Menariknya, Dewa Raka juga menyesuaikan menu untuk wisatawan asing.
"Kalau bule pesan, biasanya vegetarian. Jadi kita kasih tahu dan tempe," katanya.
Lauk pauk yang tersedia pun cukup beragam, mulai dari ayam, tahu, tempe, ceker, hingga telur.
Untuk sayurnya sendiri yakni urap.
Harga seporsinya sangat terjangkau, hanya Rp 10 ribu, sedangkan menu spesial dengan telur sebutir dan ceker dihargai Rp 20 ribu.
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Tragis Saat Nyalip: Dua Korban Patah Tulang, Tabrakan Libatkan Tiga Kendaraan
Usaha Dewa Raka ini sempat viral setelah diposting oleh salah satu pelanggan di media sosial.
"Kemarin ramai sampai antre karena ada yang posting," ujar pria yang dibantu istrinya dalam memasak lauk pauk ini.
Dewa Raka mengaku, meskipun cuaca kadang kurang mendukung, ia tetap bisa menjual hingga 50 porsi bubur dan 50 porsi tipat kuah per hari.
Baca Juga: Raih KJB Award, Ini Profil Kapolres Buleleng AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi
Pembelinya beragam, mulai dari warga lokal hingga wisatawan domestik dan mancanegara.
Untuk menikmati sajian ini, Anda dapat berkunjung setiap sore hari pukul 16.00-19.30 Wita.
Khusus hari Sabtu dan Minggu, Dewa Raka membuka dua sesi: pagi pukul 07.30-11.00 Wita dan sore seperti biasa.
Dengan harga terjangkau, cita rasa unik, dan kehangatan pelayanan, bubur kuah Dewa Raka di Pantai Karang Sanur menjadi pilihan sempurna bagi siapa saja yang ingin menikmati kuliner lokal dengan sentuhan khas Gianyar.
"Ya, lumayanlah penghasilannya untuk menambah harian," tutup Dewa Raka.(***)
Editor : Rika Riyanti