Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Wayan Suitari, Pengrajin Ikan Pindang Yang Habiskan 400 Kg Ikan Segar Per Hari

IGA Kusuma Yoni • Minggu, 24 Mei 2026 | 16:53 WIB
Wayan Suitari, salah satu pengerajin pindang di Sentra pemindangan Kusamba yang memasok ikan pindangnya ke katering besar di Bali.
Wayan Suitari, salah satu pengerajin pindang di Sentra pemindangan Kusamba yang memasok ikan pindangnya ke katering besar di Bali.

BALIEXPRESS.ID- Sentra Pemindangan Ikan Desa Kusamba Kabupaten Klungkung menjadi salah satu pusat produksi ikan pindang yang hasil produksinya dijual hampir ke seluruh pasar tradisional di Bali.

Bahkan beberapa pengrajin pindang di sentra pemindangan ini menjadi salah satu pemasok ikan pindang untuk beberapa restoran dan catering ternama di yang ada di Bali dengan pasar sampai ke luar Pulau Bali.

Salah satunya pengerajin pindang yang ikan pindangnya dipasok ke catering besar di Bali adalah, Ni Wayan Suitari,42.

Ketika ditemui di Sentra pemindangan di Kusamba beberapa waktu lalu, Wayan Suitari menceritakan jika usaha pemindangan yang dimilikinya ini menjadi usaha yang dirintisnya dari nol.

Baca Juga: Pastikan Bansos Tepat Sasaran, Rumah Warga di Penarukan Buleleng Ditempeli Stiker

Bahkan sebelum memiliki tempat pemindangan sendiri, ibu dua anak ini adalah buruh ikan di sekitar Pelabuhan Kusamba yang tugasnya menurunkan ikan dari kapal nelayan dan membawanya ke pusat pemindangan.

“Saya mengenal aktivitas pemindangan ini sejak saya kecil, saya sudah mulai meburuh membuat pindang sejak kelas 3 SD, bahkan saya memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah dan konsetrasi kerja di pemindangan,” jelas wanita lulusan SMP ini.

Dari awalnya menjadi buruh, akhirnya sejak kawin dan memiliki satu anak,s ekitar 22 tahun lalu, Suitari mengaku mulai membangun usaha pemindangannya sendiri, yang dimulai dari berjualan ikan, berjualan keranjang, garam untuk proses pemindangan dan lain sebagainya.

Setelah itu, Suitari akhirnya mendapat kepercayaan dari kerabatnya untuk membuat sendiri usaha pemindangannya dan memproduksi ikan pindang untuk selanjutnya di jual ke pasar Badung dan pasar lainnya.

“Dengan modal pinjaman dari BRI, saya membuat usaha pemindangan sendiri, saat itu ada kerabat yang bersedia menjualkan hasil produksi saya, dan terus berlanjut sampai sekarang,” ungkapnya.

Baca Juga: KONI Buleleng Cetak 63 Pelatih Nasional, Siapkan Fondasi Menuju Porprov 2027

Awalnya pindang yang dibuatnya tidak terlalu banyak, namun seiring perjalanan waktu produksinya meningkat hingga saat ini dikatakan Suitari per hari dirinya bisa memindang ikan hingga 400 kilogram ikan segar.

Dari 400 kg ikan tongkol segar yang dibelinya di kapal ikan dari luar Bali ini, Suitari mampu menghasilkan sebanyak 350 keranjang ikan pindang yang dijual Rp 50 ribu per keranjang isian 5-6 ekor ikan pindang.

Lantas apa kendala yang dihadapi Suitari dalam memproduksi ikan pindang ini? Ditanya demikian, Suitari mengaku jika ketersediaan garam menjadi salah satu kendala dalam proses pembuatan ikan pindang.

Karena garam yang digunakannya bukanlah garam local Kusamba, tetapi garam Bima. Hal ini dilakukan karena harga garam Kusamba cukup mahal, yakni Rp 500 ribu per 50 kilogram. sedangkan dirinya per hari memerlukan sebanyak Rp 75 kg garam.

“Kalau garam Bima, harganya Rp 350 ribu per 50 Kg, sedangkan garam Kusamba Rp 500 ribu per 50 kg. Saya pakai garam per hari Rp 75 Kg, jadi saya pakai garam Bima. Kebetulan pasokannya lancar dari Bima,” ungkapnya.

Untuk pasar ikan pindangnya, selain dipasok ke pasar tradisional, seperti pasar Badung Suitari mengaku jika ikan pindang yang dihasilkannya juga dipasok untuk kebutuhan catering dan rumah makan yang ada di Denpasar dan kabupaten Badung.

Baca Juga: Tali Putus, Rupada Jatuh dari Pohon Enau Setinggi 12 Meter di Ubud Gianyar

sementara itu, Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menyampaikan bahwa sektor perikanan dan pengolahan hasil laut memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

BRI berkomitmen untuk terus hadir mendukung pelaku UMKM, termasuk usaha pemindangan ikan yang memiliki peran penting dalam rantai pasok pangan dan ekonomi lokal.

"Melalui penyaluran KUR, kami berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, serta menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” ujar Hery.

Editor : IGA Kusuma Yoni
#umkm #garam kusamba #Kusamba #Ikan Pindang